- Antrean Pertalite di Blitar meningkat, mendorong penerapan pembatasan pembelian.
- Pertamina memastikan tidak ada pengurangan jatah distribusi untuk wilayah Blitar.
- Pembelian dibatasi hingga Rp50.000 untuk sepeda motor dan Rp200.000 untuk mobil.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean untuk mendapatkan Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Blitar mengalami lonjakan yang signifikan. Hal ini mendorong pengelola SPBU untuk menerapkan kebijakan pembatasan pembelian, guna mengatur antrean dan memastikan distribusi BBM bersubsidi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh konsumen. Pertamina mengonfirmasi bahwa peningkatan permintaan ini terutama disebabkan oleh peralihan konsumen dari bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax ke Pertalite yang lebih terjangkau.
Yulianto, pengawas SPBU Bence di Kecamatan Garum, menjelaskan bahwa pola antrean kendaraan di lokasi tersebut harus diatur ulang untuk menghindari kemacetan yang meluber hingga ke jalan raya. Dalam upaya untuk mempermudah akses bagi pengguna, SPBU Bence menerapkan sistem dua lajur untuk sepeda motor dan satu lajur untuk mobil. Selain itu, pihaknya juga membatasi pembelian Pertalite bagi setiap kendaraan, di mana sepeda motor hanya diperbolehkan membeli hingga Rp50.000 dan mobil hingga Rp200.000.
Kebijakan ini dirancang untuk mempercepat proses pengisian bahan bakar dan memberikan kesempatan bagi lebih banyak konsumen untuk mendapatkan pasokan Pertalite. Dalam waktu tertentu, pasokan sebesar 8.000 liter bisa habis dalam waktu tidak sampai 10 jam. Oleh karena itu, bagi masyarakat Blitar, kewaspadaan dan keberanian dalam mengikuti pengaturan yang ditetapkan adalah kunci untuk mendapatkan BBM yang dibutuhkan dalam situasi saat ini.