- BPBD Kota Blitar menyiapkan 15 tandon air untuk antisipasi krisis air bersih.
- Setiap tandon memiliki kapasitas 1.500 hingga 2.000 liter, disebar di 15 kelurahan.
- Masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan kesulitan air bersih untuk penanganan yang lebih cepat.
Dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang yang dapat mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mengaktifkan langkah proaktif dengan menyiapkan 15 unit tandon air di 15 kelurahan. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan dari warga tentang kesulitan dalam memperoleh air bersih, BPBD berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan air masyarakat terjamin.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan bahwa setiap tandon air memiliki kapasitas yang bervariasi antara 1.500 hingga 2.000 liter dan akan digunakan sebagai infrastruktur pendukung untuk melakukan droping air kepada warga yang terdampak, apabila situasi krisis air bersih terjadi. Dengan adanya tandon air ini, diharapkan proses penyaluran air akan berlangsung lebih cepat dan efisien, tanpa harus menunggu situasi semakin buruk.
Agus juga menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kondisi kekurangan air bersih yang mungkin mereka alami. Masyarakat diminta untuk menyampaikan laporan melalui pihak kelurahan agar informasi dapat langsung diteruskan kepada BPBD. Kecepatan dalam memberikan laporan akan sangat berpengaruh terhadap respon BPBD dalam penanganan di lapangan, di mana petugas akan segera bergerak untuk melakukan droping air ke lokasi yang memerlukan.
BPBD Kota Blitar sudah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih, mengacu pada evaluasi kejadian serupa yang terjadi pada musim kemarau tahun sebelumnya. Dengan persiapan yang matang dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan BPBD, diharapkan dapat meminimalisir dampak dari krisis air yang mungkin timbul.