- Generasi Z lebih menyukai konten visual dan pendek dalam mengakses informasi.
- Perhatian Gen Z terhadap isu sosial, politik, dan budaya tetap tinggi.
- Tantangan utama adalah maraknya hoaks di media sosial yang mempengaruhi pola pikir mereka.
Generasi Z, yang sering kali mendapat julukan sebagai kelompok yang kurang gemar membaca berita, sebenarnya memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyerap informasi. Stigma ini perlu diluruskan karena yang berubah bukanlah kepedulian mereka terhadap isu-isu penting, seperti sosial, politik, dan budaya, tetapi cara mereka mengonsumsi informasi.
Irfan Anshori, Ketua PWI Blitar Raya, menyatakan bahwa meskipun cara penyajian informasi telah bertransformasi, perhatian Gen Z terhadap perkembangan isu tetap tinggi. Mereka lebih memilih format konten visual, seperti video pendek dan infografis, yang dianggap lebih menarik dan mudah dicerna dibandingkan dengan artikel panjang. Hal ini mencerminkan adaptasi mereka terhadap kemajuan teknologi digital yang telah memberikan berbagai pilihan dalam mengakses berita.
Perilaku konsumsi informasi Gen Z menunjukkan bahwa mereka lebih menyukai konten yang singkat, padat, dan visual. Hal ini tentunya mempermudah mereka dalam mencerna informasi dalam waktu yang singkat, sehingga tetap bisa mengikuti perkembangan berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Namun, yang menjadi tantangan adalah maraknya hoaks di media sosial yang jika tidak diwaspadai, dapat mempengaruhi pola pikir dan informasi yang diterima.
Tetap dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya, Gen Z ingin menikmati penyampaian informasi yang relevan dengan karakter generasi mereka. Oleh karena itu, penting bagi para pemberita dan media untuk menyajikan berita dengan cara yang menarik dan sesuai dengan preferensi konsumsi mereka, sambil tetap menjaga kualitas dan akurasi untuk melawan penyebaran informasi yang salah.