Rabu, 23 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya 17 Sekolah dan 5 ILP di Blitar Terhenti Terima Makanan Bergizi Gratis, SPPG Cik Ditiro Dihentikan Sementara

17 Sekolah dan 5 ILP di Blitar Terhenti Terima Makanan Bergizi Gratis, SPPG Cik Ditiro Dihentikan Sementara

17 Sekolah dan 5 ILP di Blitar Terhenti Terima Makanan Bergizi Gratis, SPPG Cik Ditiro Dihentikan Sementara
Poin Penting:
  • 17 sekolah dan 5 ILP di Blitar dihentikan sementara penerimaan MBG.
  • SPPG Cik Ditiro disuspend setelah dugaan keracunan siswa di dua sekolah.
  • Distribusi MBG bersifat sementara dihentikan, evaluasi masih berlangsung.

Perhatian publik kembali terfokus pada distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar. Sebanyak 17 sekolah dan 5 Integrasi Layanan Primer (ILP) terpaksa menghentikan penerimaan makanan bergizi ini setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cik Ditiro yang berada di Kelurahan Sentul mengalami status suspend sementara. Tindakan ini diambil setelah terungkapnya dugaan kasus keracunan yang melibatkan siswa dari SLB Negeri 1 Kota Blitar dan SMP Al Muhafizhoh, di mana sebagian di antara mereka mengeluhkan mual dan muntah.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Blitar, Titik Nur Azizah, menjelaskan bahwa SPPG Cik Ditiro berfungsi sebagai penyalur MBG ke dua sekolah tersebut yang kini siswa-siswinya terpaksa tidak mendapatkan pasokan makanan bergizi. Suspend pada SPPG ini berimbas langsung kepada total 17 satuan pendidikan dan 5 ILP lainnya yang juga mengandalkan program MBG untuk kebutuhan nutrisi para siswa.

Titik menekankan bahwa penghentian distribusi ini bersifat sementara dan pihaknya masih melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap situasi yang ada. "Setelah SPPG Cik Ditiro di-suspend, distribusi MBG ke seluruh sasaran yang selama ini telah dilayani turut terdampak," tuturnya. Hasil evaluasi ke depan diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik di Kota Blitar, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.