Rabu, 05 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Waspadai Jatingarang Nogo Tahun: Hari yang Sebaiknya Dihindari untuk Perayaan Besar di Blitar

Waspadai Jatingarang Nogo Tahun: Hari yang Sebaiknya Dihindari untuk Perayaan Besar di Blitar

Waspadai Jatingarang Nogo Tahun: Hari yang Sebaiknya Dihindari untuk Perayaan Besar di Blitar
Poin Penting:
  • Jatingarang Nogo Tahun lebih berisiko dan sebaiknya dihindari dalam merencanakan hajatan besar.
  • Perhitungan Jatingarang Nogo Tahun berasal dari tradisi Pitung Jawa dan dihormati oleh masyarakat.
  • Pengalaman nyata menunjukkan adanya hubungan antara Jatingarang Nogo Tahun dan kecelakaan, menegaskan pentingnya memperhatikan hitungan ini.

Jatingarang Nogo Tahun menjadi salah satu terminologi yang penting dalam tradisi Primbon Jawa, terutama bagi masyarakat Blitar yang masih memegang teguh kepercayaan nenek moyang. Dalam diskusi baru-baru ini, terlihat bahwa pemahaman tentang hari ini perlu diperdalam, mengingat betapa banyaknya peristiwa bersejarah yang bisa dipengaruhi oleh perhitungan waktu ini. Berbeda dengan konsep Dino Taliwangke yang bisa dipertimbangkan kembali dengan risiko yang lebih ringan, Jatingarang Nogo Tahun memiliki level risiko yang lebih tinggi dan oleh karenanya lebih dianjurkan untuk dihindari saat merencanakan hajatan besar.

Perhitungan Jatingarang Nogo Tahun berasal dari sistem Pitung Jawa, yang menjadikan hari-hari ini sebagai bagian penting dari catatan tradisional yang diwariskan oleh leluhur. Hal ini menciptakan kewaspadaan di kalangan mereka yang menganggap faktor spiritual ini dapat mempengaruhi kelancaran setiap kegiatan. Pembicara dalam video tersebut menekankan bahwa meskipun perhitungan ini memiliki dasar yang kuat dalam tradisi, pada akhirnya kebenaran sejati adalah milik Tuhan.

Satu contoh nyata yang disampaikan adalah pengalaman pribadi saat orang tua dari narasumber memperingatkan seseorang agar tidak melakukan pembongkaran rumah pada hari Jatingarang Nogo Tahun. Sayangnya, peringatan itu diabaikan dan mengakibatkan kecelakaan saat proses pembongkaran berlangsung. Pengalaman ini menjadi gambaran betapa pentingnya memperhatikan perhitungan primbon, yang dipercaya dapat berdampak serius, mulai dari cedera hingga cacat.

Jatingarang Nogo Tahun hanya muncul sekali dalam rentang tiga bulan menurut kalender Jawa, dan untuk bulan Suro, Safar, dan Mulud, hari yang dimaksud adalah Minggu Legi. Oleh karena itu, masyarakat yang menghormati tradisi ini disarankan untuk lebih bijaksana dalam memilih waktu untuk melaksanakan pekerjaan besar, demi kelancaran dan keselamatan yang lebih terjamin.