- Vandalisme terjadi menjelang pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Dewa United di Stadion Soepriadi.
- Tiga lokasi di sekitar stadion menjadi sasaran vandalisme dengan tulisan menolak Arema FC.
- Warga sekitar tidak mengetahui siapa pelaku vandalisme, menciptakan ketidakjelasan di kalangan masyarakat.
Kota Blitar - Menjelang pertandingan Liga 1 yang mempertemukan Arema FC dengan Dewa United, Stadion Soepriadi Kota Blitar menjadi sorotan akibat aksi vandalisme yang menolak kehadiran tim sepak bola tersebut. Tindakan ini terlihat di beberapa titik strategis di sekitar stadion, menciptakan tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat dan pengunjung stadion.
Menurut pantauan detikJatim di lokasi kejadian, terdapat tiga lokasi berbeda yang disasar oleh pelaku vandalisme. Pertama, pintu gerbang sisi tenggara Stadion Soepriadi menjadi tempat penulisan pesan protes. Selain itu, dinding pagar di sepanjang Jalan Dr. Wahidin, yang terletak di sisi timur stadion, juga tampak dipenuhi dengan tulisan yang serupa. Terakhir, pagar proyek pembangunan milik Pemerintah Kota Blitar yang ada di sisi utara stadion turut menjadi sasaran unjuk rasa tersebut.
Tindakan vandalisme ini mengindikasikan adanya sentimen tertentu dari sekelompok warga terhadap Arema FC, meskipun hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai identitas mereka yang bertanggung jawab atas aksi ini. Beberapa warga yang berada di sekitar stadion mengaku tidak mengetahui siapa pelaku di balik tindakan tersebut, menandakan bahwa vandalisme ini terjadi secara mendadak dan tanpa pengetahuan masyarakat lokal.
Dengan peristiwa ini, masyarakat Blitar dihadapkan pada isu yang lebih besar tentang perilaku suportif dan toleransi dalam dunia sepak bola, terutama menjelang pertandingan yang selalu dinantikan. Segala bentuk protes semestinya dilakukan secara konstruktif tanpa merugikan fasilitas umum dan menggangu kenyamanan warga sekitar.