- Chery J6 memiliki desain menarik dan fitur canggih meski ada kekurangan dalam kebersihan bodi dan pengoperasian.
- Pengemudi kesulitan dengan kontrol yang sebagian besar terintegrasi dalam layar sentuh tanpa tombol fisik.
- Performanya dalam hal jarak tempuh baterai menunjukkan angka yang realistis untuk kebutuhan mobilitas harian.
BLITAR - Mobil listrik Chery J6 versi Intelligent Wheel Drive (iWD) telah menarik perhatian sebagai salah satu kendaraan listrik dengan desain modern dan fitur canggih. Setelah diuji coba dalam penggunaan sehari-hari, jurnalis otomotif Fitra Eri memberikan penilaian yang komprehensif mengenai kelebihan dan kekurangan mobil ini melalui kanal YouTube-nya. Chery J6, yang dikenal sebagai Jaecoo J6 di negara asalnya, telah mengambil langkah penting dengan mengubah namanya di Indonesia, menyusul reputasi baik merek Chery yang telah lebih dikenal masyarakat.
Walaupun desain dari Chery J6 begitu menarik dan dapat diandalkan, pengguna merasakan beberapa kekurangan dalam aspek teknis dan kenyamanan. Salah satu keluhan utama adalah pemeliharaan kebersihan bodi yang menjadi tantangan, karena mobil ini cenderung cepat kotor, terutama setelah melewati genangan air. Tak hanya itu, kurangnya matflap pada model standar menjadi catatan penting bagi calon pemilik, yang harus mempertimbangkan pembelian aksesori tambahan.
Pengoperasian mobil ini juga patut diperhatikan; banyaknya fungsi yang diintegrasikan dalam layar sentuh membuat kontrol menjadi kurang praktis. Pengemudi tidak memiliki tombol fisik untuk fitur-fitur penting seperti pendingin udara dan wiper, yang bisa menjadi kendala tersendiri saat berkendara. Ketidakpuasan lebih lanjut muncul dari keterbatasan pada fleksibilitas kabin belakang dan tampilan informasi pada panel instrumen, yang tidak memberikan data vital secara lengkap.
Di sisi positif, meskipun ada kekurangan yang diidentifikasi, performa baterai Chery J6 terbilang memuaskan. Pabrikan mengklaim jarak tempuh maksimum dapat mencapai 418 km, dan hasil pengujian di berbagai kondisi menunjukkan angka riil sekitar 390 hingga 400 km. Angka ini cukup ideal untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat Blitar yang membutuhkan kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan, baik untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota.