- Dinkes Kota Blitar menyiapkan 30 tenaga medis dan 6 ambulans untuk mendukung keselamatan selama BEN Carnival.
- Penempatan tim medis dilakukan di titik strategis mulai dari titik keberangkatan hingga finish.
- Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang meramaikan acara.
Kota Blitar akan menjadi pusat perhatian dengan dihelatnya BEN Carnival pada Sabtu, 22 Agustus. Dalam rangka memastikan keselamatan dan kesehatan para penonton serta peserta, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar telah melakukan langkah-langkah strategis dengan menyiagakan 30 tenaga medis dan enam unit ambulans. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat saat acara besar berlangsung.
Para tenaga kesehatan dibagi ke dalam enam tim yang dikerahkan di sejumlah titik strategis di sepanjang rute karnaval. Langkah ini diambil untuk memastikan respons cepat terhadap kemungkinan keadaan darurat yang mungkin terjadi. Pemetaan penempatan tim medis dilakukan secara menyeluruh, mulai dari titik keberangkatan hingga lokasi finis, demi kemudahan akses dan penanganan yang lebih efisien.
Syaiful Kusmulyanta, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Blitar, menjelaskan bahwa tim medis khusus ini disiapkan untuk mengatasi berbagai potensi insiden kesehatan. "Kami telah membagi tim kesehatan kami di lokasi strategis, termasuk RSUD Mardi Waluyo dan Puskesmas Sananwetan di kawasan start, serta Puskesmas Kepanjenkidul dan Puskesmas Sukorejo di wilayah finis," ujarnya. Selain itu, dua tim juga ditempatkan di tengah lintasan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Dengan kehadiran tim medis yang terorganisir dan ambulans yang selalu siap sedia, Dinkes berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hadir pada event spektakuler ini. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam mendukung kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat bagi komunitas lokal.