- Realisasi APBN di Blitar dan Tulungagung mencapai Rp 2,35 triliun hingga 31 Mei 2026.
- Penerimaan negara di wilayah ini mencapai Rp 1,01 triliun, didominasi oleh perpajakan.
- Belanja Pemerintah Pusat tercatat sebesar Rp 438,55 miliar, dampak positif diharapkan terasa bagi masyarakat.
BLITAR – Menjelang akhir triwulan kedua tahun 2026, kinerja realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah yang di bawah pengawasan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Blitar menunjukkan pencapaian yang menggembirakan. Data per 31 Mei 2026 mencatat bahwa belanja negara yang telah direalisasikan mencapai Rp 2,35 triliun, atau sekitar 45,75 persen dari total pagu anggaran yang ditetapkan.
Iwan Handoko, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KPPN Blitar, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap alokasi APBN dapat dinikmati oleh masyarakat. "Keberhasilan dalam mengkonversi APBN menjadi kesejahteraan masyarakat bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan upaya bersama untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberi dampak positif bagi kemakmuran masyarakat di Blitar dan Tulungagung," ungkapnya dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (22/6).
Dari total pendapatan, realisasi penerimaan negara di wilayah kerja KPPN Blitar, yang mencakup Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Kabupaten Tulungagung, mencapai Rp 1,01 triliun. Pendapatan ini mayoritas berasal dari sektor perpajakan senilai Rp 845,32 miliar, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp 160,36 miliar. Dengan rincian penerimaan perpajakan, setoran cukai mendominasi di angka Rp 363,66 miliar, diikuti Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 220,26 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 143,16 miliar.
Tak hanya berhenti di situ, pemerintah juga berupaya keras untuk memastikan bahwa belanja negara dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Hingga akhir Mei 2026, total realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp 438,55 miliar, setara dengan 35,57 persen dari pagu anggaran. Rincian belanja tersebut mencakup belanja pegawai sebesar Rp 284,9 miliar, belanja barang senilai Rp 123,71 miliar, dan belanja modal sebesar Rp 29,93 miliar. Dengan pencapaian ini, diharapkan masyarakat Blitar dan Tulungagung dapat merasakan manfaat langsung dari pengelolaan APBN yang efektif dan efisien.