- Damang Panggih Priandana mempertahankan usaha batik keluarga meskipun ada tantangan dari produk modern.
- Batik tulis memiliki proses pembuatan yang rumit, sehingga dijual dengan harga lebih tinggi.
- Damang juga memproduksi batik cap untuk menghadirkan pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Di tengah transformasi industri tekstil dan berkembangnya tren fashion global, Damang Panggih Priandana, seorang pemuda Blitar, berkomitmen untuk melestarikan usaha batik yang diwariskan oleh ibunya. Usaha batik keluarga ini telah hadir di masyarakat Blitar selama lebih dari sepuluh tahun, dan Damang mengambil alih tanggung jawabnya sejak tahun 2014 saat usaha tersebut mendapatkan legalitas sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Damang menjelaskan bahwa perjalanannya dalam usaha ini dimulai ketika ibunya, yang telah belajar membatik sejak 2010, berhasil membawa usaha tersebut ke tahap yang lebih formal. Dengan antusiasme dan dedikasi, ia berusaha untuk mengembangkan serta mempertahankan tradisi batik tulis yang memiliki proses pembuatan yang lebih rumit dan memakan waktu dibandingkan batik cap. Proses mulai dari pembuatan pola, mencanting, hingga pewarnaan mempengaruhi harga dan kualitas produk, yang cenderung lebih tinggi untuk batik tulis.
Menyadari rentang harga yang lebih tinggi untuk batik tulis, Damang melakukan inovasi dengan memproduksi batik cap yang lebih terjangkau. Hal ini bertujuan untuk memberikan pilihan bagi masyarakat Blitar, sehingga mereka dapat menemukan batik sesuai dengan anggaran dan kebutuhan mereka. "Kami mengarahkan konsumen yang mencari batik dengan harga lebih ekonomis kepada batik cap, sementara batik tulis tetap jadi pilihan bagi mereka yang menghargai proses dan seni di baliknya," jelasnya.
Dengan pendekatan yang strategis ini, Damang tidak hanya berkontribusi untuk menghidupkan usaha keluarga tetapi juga membantu pelestarian budaya batik yang kian terancam oleh dominasi produk tekstil modern. Dedikasinya menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Blitar untuk menjaga warisan lokal di tengah arus globalisasi.