- Selasa Legi adalah hari terbaik untuk memulai pembangunan rumah menurut Primbon Jawa.
- Bulan Besar memiliki makna simbolis dan dianggap membawa keberkahan.
- Pilihan untuk mengikuti tradisi ini bersifat opsional dan bukan kewajiban.
Dalam konteks masyarakat Blitar yang kental dengan budaya Jawa, pemilihan hari baik untuk membangun rumah sering kali menjadi pembicaraan hangat. Menurut berbagai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur, hari yang tepat untuk memulai pembangunan hunian tidak bisa ditentukan sembarangan. Dalam sebuah diskusi yang disiarkan di kanal YouTube Rivan Harun Channel, Pak Dhe, sebagai sesepuh yang menguasai ilmu Primbon, menyampaikan pentingnya perhitungan yang matang dalam memilih waktu pembangunan hunian.
Pak Dhe menjelaskan bahwa beberapa bulan yang dianggap baik untuk memulai pembangunan antara lain Syawal, Bakda Mulud, dan Rejeb. Namun, bulan yang paling istimewa adalah bulan Besar, yang jatuh biasanya pada Juni atau Juli menurut penanggalan Masehi. Bulan ini dianggap membawa makna simbolis penuh harapan, yakni kemuliaan, kelapangan rezeki, dan keselamatan bagi pemilik rumah.
Lebih jauh, Pak Dhe menekankan bahwa memilih hari juga sangat penting. Selasa Legi, yang merupakan salah satu hari dalam kalender Jawa, diakui memiliki nilai yang paling baik untuk memulai pembangunan. Dalam penjelasannya, ia mengaitkan konsep “Kertayasa Candi Raga Sempoyong” dengan “Ringkel Dedel Nabi Sleman” yang, menurut kepercayaan, memberikan keberkahan dan kemudahan bagi mereka yang melaksanakan pembangunan pada hari tersebut.
Meski tradisi ini sangat dihormati, Pak Dhe juga mencatat bahwa keputusan untuk mengikuti saran ini sepenuhnya ada pada masing-masing individu. Hal ini bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat Jawa, terutama di daerah Blitar. Dengan memahami tradisi ini, diharapkan warga Blitar dapat lebih menghargai dan meneruskan warisan budaya yang telah ada sejak leluhur.