Sabtu, 12 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Kekerasan di Sekolah: Siswa MTs Wlingi Mengalami Mimisan Diduga Korban Bullying

Kekerasan di Sekolah: Siswa MTs Wlingi Mengalami Mimisan Diduga Korban Bullying

Kekerasan di Sekolah: Siswa MTs Wlingi Mengalami Mimisan Diduga Korban Bullying
Poin Penting:
  • Seorang siswa MTs di Wlingi mengalami mimisan setelah diduga menjadi korban perundungan.
  • Insiden dipicu oleh komentar di siaran langsung TikTok, dengan pelaku yang diketahui berinisial GD.
  • Peristiwa ini kini dalam penanganan pihak kepolisian, sementara sekolah menunggu penjelasan dari pihak berwenang.

Dalam sebuah insiden yang memprihatinkan, seorang siswa MTs di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, dikabarkan mengalami mimisan setelah diduga menjadi korban perundungan oleh salah satu kakak kelasnya. Meskipun pihak sekolah melakukan penyelidikan, korban hanya menyampaikan bahwa dirinya jatuh di kamar mandi, mengindikasikan bahwa ada faktor ketakutan yang melatarbelakangi pernyataannya.

Insiden ini diawali oleh komentar siswa yang bersangkutan dalam siaran langsung TikTok milik pacar dari terduga pelaku perundungan. Tindakan kekerasan tersebut, yang terjadi di dalam kelas, direkam dan video tersebut menjadi viral di media sosial, menarik perhatian masyarakat luas.

Pelaku, seorang siswa kelas VII berinisial GD, diduga telah melanggar integritas dan norma-norma yang berlaku di lingkungan pendidikan dengan melakukan kekerasan terhadap FJ, korban berinisial yang juga merupakan kakak kelasnya. Saat ditanya mengenai kejadian tersebut, Angger Hadi Santoso, Wakil Humas MTs Darul Huda, mengungkapkan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui pasti kejadian tersebut terjadi karena berlangsung pada waktu istirahat.

Saat ini, insiden ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Sekolah menyatakan bahwa mereka akan kooperatif jika diperlukan dalam proses hukum selanjutnya, meskipun menegaskan pentingnya menjaga anak-anak tetap belajar. Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dan perhatian kepada situasi seperti ini agar terwujud suasana sekolah yang aman dan kondusif bagi semua siswa.