- Menteri Sosial dan PNKT meninjau langsung Sekolah Rakyat Bekasi menjelang open house satu tahun.
- Karang Taruna siap berkolaborasi untuk menjangkau anak-anak kurang mampu.
- Sekolah Rakyat diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk SDM Indonesia.
Program Sekolah Rakyat yang menjadi inisiatif Kementerian Sosial kini memasuki momen bersejarah menjelang perayaan satu tahun pelaksanaannya. Pada Rabu, 13 Mei 2026, Menteri Sosial Saifulah Yusuf dan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budi Satrio Jiwandono melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bekasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan perkembangan siswa, sekaligus merencanakan open house yang bakal menjadi ajang perkenalan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri Sosial bersama Budi Satrio meninjau berbagai fasilitas yang ada di sekolah. Mereka berinteraksi dengan para siswa dan mendalami proses belajar mengajar yang berlangsung. Kunjungan ini juga momentum strategis sebelum acara open house yang direncanakan, yang memungkinkan masyarakat, akademisi, dan tokoh lokal untuk menyaksikan secara langsung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menteri Sosial mengungkapkan, “Open house ini adalah kesempatan bagi kami untuk memperlihatkan pelaksanaan pendidikan yang kami tawarkan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Ketua Umum PNKT, Budi Satrio Jiwandono, menyatakan rasa bangganya atas perkembangan yang terlihat di Sekolah Rakyat. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung Kementerian Sosial dalam menjangkau anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan melalui jaringan Karang Taruna di tingkat desa. “Kami akan mendorong kader kami untuk berperan aktif dalam membantu anak-anak yang memerlukan pendidikan demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Pemerintah berharap, melalui Sekolah Rakyat, akan terbuka akses pendidikan yang lebih luas dan membentuk investasi jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Peninjauan yang dilakukan juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat dan pemangku kepentingan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu. Menjelang satu tahun pelaksanaan, open house diharapkan dapat menjadikan Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas bagi generasi penerus bangsa.