- Renovasi Istana Gebang di Blitar selesai setelah lebih dari enam bulan pengerjaan.
- Dana renovasi sebesar Rp 4,1 miliar dikumpulkan secara gotong royong oleh pengurus DPD PDIP Jawa Timur.
- Istana Gebang kini memiliki patung Bung Karno baru setinggi lima meter dan ornamen yang menggambarkan perjalanan hidupnya.
Peresmian renovasi Istana Gebang, yang merupakan rumah masa kecil Bung Karno, berlangsung hari ini di Blitar. Proyek ini telah rampung setelah lebih dari enam bulan perbaikan, dan hasilnya menunjukkan wajah baru bagi situs penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Istana Gebang kini dilengkapi dengan ornamen yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno, memberikan warna yang lebih pada peninggalan bersejarah tersebut.
Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa renovasi tersebut didanai melalui kegiatan gotong royong oleh pengurus DPD PDIP yang mengalokasikan dana sebesar Rp 4,1 miliar. Dalam wawancaranya, Said menjelaskan pentingnya revitalisasi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan Bung Karno, yang merupakan tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Renovasi ini merupakan buah dari gagasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Blitar.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, juga menambahkan bahwa tampilan baru Istana Gebang kini lebih menarik dan artistik. Dipasang pula patung Bung Karno setinggi lima meter yang diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Patung ini dirancang oleh seniman lokal dari Bantul, Yogyakarta, bernama Dunadi. Mas Ibin, sapaan akrab Wali Kota, berharap dengan hadirnya renovasi ini bisa lebih mendekatkan masyarakat Blitar pada sejarah bangsa dan meningkatkan minat kunjungan ke situs tersebut.
Melalui renovasi ini, Istana Gebang diharapkan tidak hanya menjadi sekadar tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat mengenai pentingnya mengenal sejarah dan memberi penghargaan terhadap tokoh-tokoh besar bangsa, terutama Bung Karno. Dengan wajah baru yang lebih indah dan bersejarah, istana ini bersiap untuk kembali menjadi saksi bisu perjalanan bangsa Indonesia ke depan.