- Rendra Febrian Permana memiliki visi untuk membawa seni jaranan ke pentas internasional.
- Dedikasinya dalam melestarikan seni tradisional terlihat sejak usia dini dan berlanjut hingga kini.
- Ia aktif melatih generasi muda dalam seni jaranan sebagai upaya untuk mempertahankan budaya.
Rendra Febrian Permana, seorang pemuda berusia 19 tahun yang berasal dari Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, memiliki visi yang luar biasa dalam menjaga dan mempromosikan seni tradisional jaranan. Kecintaannya terhadap seni ini telah dimulai sejak usia dini, tepatnya ketika dia bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Saat itu, Rendra merasakan pengalaman pertamanya menari di pentas seni sekolah yang diiringi musik dari kaset CD, yang kemudian mengubah pandangannya tentang seni tradisional.
Perjalanannya dalam dunia seni jaranan mulai memasuki babak serius ketika ia bergabung dengan paguyuban jaranan di desanya pada tahun 2012 setelah ajakan pamannya. Hal ini menjadi titik awal Rendra mendalami lebih jauh tentang seni jaranan dan memberikan kontribusi aktif. Bersama keluarganya, Rendra bahkan mendirikan paguyuban sendiri, sebuah langkah yang menunjukkan dedikasinya dalam melestarikan tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Sejak SMP, ia telah menunjukkan komitmennya sebagai penari sekaligus instruktur tari, melatih generasi muda dari tingkat SD hingga SMA.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, aktivitas Rendra tidak hanya memberikan kepuasan pribadi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan. Ia percaya bahwa jaranan bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan tanggung jawab untuk memupuk minat generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai seni tradisional. Dengan semangat dan visinya, Rendra berharap dapat membawa seni jaranan ke pentas internasional, mengubah citra dan meningkatkan apresiasi terhadap salah satu warisan budaya penting di Blitar. Melalui upaya ini, diharapkan akan terlahir lebih banyak generasi penerus yang peduli terhadap keberlanjutan seni tradisional.