Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Program Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, 9.700 Siswa Miskin Terdaftar dalam Program Kemensos

Program Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, 9.700 Siswa Miskin Terdaftar dalam Program Kemensos

Program Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, 9.700 Siswa Miskin Terdaftar dalam Program Kemensos
Poin Penting:
  • Sekolah Rakyat mulai beroperasi dengan 9.700 siswa dari keluarga miskin.
  • Proses penerimaan siswa menggunakan data sosial ekonomi tanpa seleksi ketat.
  • Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan berbasis asrama dengan fokus pada karakter dan gizi.

JAKARTA - Pada tanggal 14 Juli 2025, Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan diluncurkannya kegiatan pembelajaran dari program Sekolah Rakyat, yang ditujukan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem. Sebanyak 9.700 siswa akan berpartisipasi dalam program ini, yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai titik sekolah di tanah air. Pada tahap awal, sebanyak 63 titik sekolah telah dimulai, sementara penambahan 37 titik lainnya dijadwalkan akan beroperasi pada akhir bulan Juli.

Konsep Sekolah Rakyat menawarkan pendekatan yang berbeda dari sekolah umum, dengan tujuan kuat pemerintah untuk menjangkau dan memberdayakan anak-anak yang berasal dari kelompok masyarakat terpinggirkan. Proses penerimaan siswa tidak mengikuti metode seleksi akademik yang ketat, melainkan mengandalkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional, serta dilakukan survei langsung di lapangan. Dengan mekanisme ini, Sekolah Rakyat berupaya menyentuh lapisan masyarakat paling bawah yang kesulitan bersaing dalam sistem pendidikan konvensional.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya terbatas. Penggunaan kurikulum nasional tetap diterapkan dalam proses pembelajaran, di mana pendekatan multi entry multi memberikan keleluasaan kepada siswa untuk menyesuaikan jalur pendidikan sesuai kebutuhan. Selain itu, Sekolah Rakyat memanfaatkan learning management system (LMS) digital untuk memantau proses belajar dan pengelolaan administrasi.

Fasilitas dan pola pendidikan di Sekolah Rakyat juga dirancang untuk memastikan kualitas yang lebih unggul, termasuk penerimaan guru yang dilakukan secara ketat. Dengan sistem sekolah berasrama, siswa akan mendapatkan pendidikan berkualitas sambil terjamin asupan gizi yang memadai. Fokus pendidikannya tidak hanya pada kemampuan akademis, tetapi juga pengembangan karakter, jiwa kepemimpinan, dan nasionalisme, sehingga diharapkan dapat membentuk kader-kader masa depan yang siap berkontribusi kepada masyarakat. Maka dari itu, Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam menyongsong masa depan cerah bagi generasi muda di Indonesia, termasuk masyarakat Blitar.