- 42 kader baru dilatih untuk memperkuat posyandu di Kepanjenkidul.
- Pelatihan meliputi teori dan praktik dalam pelayanan kesehatan dasar.
- Poltekkes Kemenkes Malang menyerahkan bantuan alat kesehatan untuk mendukung kader.
Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas kader posyandu. Dalam rangka program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026, sebanyak 42 kader baru yang berasal dari Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar, mengikuti pelatihan intensif pada Rabu (22/7) di Aula Kelurahan. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.
Kegiatan pelatihan ini tidak hanya mencakup penyampaian materi teoritis, tetapi juga praktik langsung untuk memastikan para kader dapat melayani kesehatan dasar secara optimal. Diharapkan, dengan kegiatan ini, kader-kader yang terlatih dapat berperan sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Menurut Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Suprajitno, SKp., M.Kep., M.Kes., peran kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan promotif dan preventif sangat penting, sehingga mereka harus memiliki keterampilan yang sejalan dengan standar nasional.
Selain pelatihan, Poltekkes Kemenkes Malang juga memberikan bantuan alat kesehatan, yang meliputi timbangan bayi manual, buku keterampilan kader, serta ribuan kartu pemantauan kesehatan. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung operasional Posyandu ILP dan memudahkan kader dalam menjalankan tugas mereka. Pelatihan kali ini juga mencakup materi komunikasi efektif yang disampaikan oleh Dr. Sri Mugianti, Ns., M.Kep., bertujuan agar kader tidak hanya memahami aspek teknis pelayanan, tetapi juga mampu menjalin komunikasi baik dengan masyarakat.
Dengan pelatihan dan dukungan ini, diharapkan kader kesehatan di Kepanjenkidul mampu meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan terjangkau bagi masyarakat, menjadikan posyandu sebagai sarana strategi pencegahan dan edukasi kesehatan di tingkat lokal.