- Musim kemarau meningkatkan resiko serangan hama pada tanaman melon hidroponik.
- Petani melakukan penyemprotan pestisida secara rutin sebagai tindakan pencegahan.
- Proses budi daya melon hidroponik memerlukan ketelitian dan ketahanan, meskipun tantangan cuaca selalu ada.
Di Bumi Penataran, pertanian melon hidroponik semakin diminati oleh generasi muda. Namun, kenyataan di lapangan menyatakan bahwasanya di balik kemudahan dan efisiensi dalam merawat tanaman ini, para petani harus berhadapan dengan berbagai tantangan, terutama ketika musim kemarau tiba. Salah satu petani melon hidroponik di Desa/Kecamatan Kesamben, Nurhadi, mengungkapkan bahwa perubahan musim membawa ancaman serius bagi kesehatan tanaman melon. Di saat kemarau, hama kutu-kutuan seperti thrips menjadi musuh utama yang menyerang tanaman melon, memanfaatkan cuaca panas dan udara kering untuk berkembang biak dengan cepat.
Fenomena ini mengharuskan para petani untuk melakukan tindakan pencegahan dengan menyemprotkan pestisida secara rutin guna melindungi tanaman dari serangan hama yang dapat merusak daun dan batang tanaman. Nurhadi menekankan bahwa potensi ancaman hama melon hydroponik sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat kemarau, risiko serangan hama semakin tinggi, sedangkan saat musim hujan, kondisi yang lembap justru memicu munculnya ancaman jamur, yang mengharuskan petani untuk meningkatkan pengawasan dan mengaplikasikan fungisida.
Bagi Nurhadi, menerapkan sistem hidroponik sebenarnya bukanlah hal yang terlalu sulit, tetapi keberhasilan dalam membudidayakan melon sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan tingkat kelembapan di sekitar green house. Lokasi budi daya yang berada di area persawahan yang cenderung lembap juga menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Di sisi lain, Nurhadi menjelaskan proses budi daya melon mulai dari masa semai hingga siap panen berlangsung selama 70 hingga 75 hari. Meskipun dihadapkan pada tantangan hama, Nurhadi dan para petani lainnya tetap optimis dan berhasil mencapai panen lebih dari 1 ton, yang menunjukkan ketahanan dan semangat mereka dalam menghadapi situasi sulit.