- Pesulap Merah menjelaskan perbedaan antara santet dan sihir berdasarkan studi yang mendalam.
- Ia menekankan bahwa efek santet lebih berkaitan dengan sugesti dan kepercayaan individu.
- Pentingnya masyarakat kritis dalam menanggapi klaim praktik supranatural.
Dalam pertemuan baru-baru ini, Pesulap Merah memberikan penjelasan mendalam mengenai isu yang hangat diperbincangkan di masyarakat, yaitu perbedaan antara santet dan sihir. Hal ini penting untuk disampaikan, terutama kepada masyarakat Blitar yang seringkali menempatkan kedua istilah ini dalam konteks yang sama. Pesulap Merah menegaskan bahwa santet dan sihir sebenarnya memiliki konteks yang berbeda, hasil dari studinya yang mencakup berbagai metode kutukan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa, Banyuwangi, Aceh, dan Bali.
Pesulap Merah menjelaskan bahwa dalam penelitiannya, ia tidak menemukan metode santet yang bekerja secara langsung melalui kekuatan gaib. Hal ini membawa pada keyakinannya untuk membedakan santet dari sihir, yang sering kali dipandang sebagai hal yang serupa. "Saya ingin agar masyarakat memahami bahwa ada perbedaan penting antara keduanya, di mana santet lebih berkaitan dengan sugesti dan ketakutan yang dialami oleh orang-orang yang mempercayainya," katanya.
Ia juga menyoroti praktik-praktik yang sering dikaitkan dengan santet, seperti penggunaan benda-benda tertentu atau tanah kuburan, yang diakui dapat memberikan dampak psikologis kepada sasaran. Namun, penting dicatat bahwa efek tersebut sangat bergantung pada keyakinan individu yang menjadi target. Pesulap Merah menambahkan, "Seseorang yang berhasrat untuk mencelakai orang lain dapat menggunakan racun, tetapi saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis dan mekanismenya."
Dalam penutupnya, Pesulap Merah menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan kritis terhadap fenomena supernatural yang sering kali muncul. Ia menekankan bahwa tidak semua kejadian buruk bisa langsung diasosiasikan dengan praktik santet, dan penting untuk melihat konteks yang lebih luas dari setiap permasalahan yang dihadapi. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang hal-hal yang berhubungan dengan mistis dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat Blitar yang kaya akan tradisi dan kepercayaan lokal.