- Peringatan Haul Bung Karno tahun ini diwarnai Festival Seribu Ambeng yang menekankan kebersamaan masyarakat.
- Masyarakat menyajikan masakan tradisional dalam talam ambengan, menggantikan tradisi tumpeng.
- Festival ini tidak hanya merayakan, tetapi juga melestarikan nilai budaya dan tradisi lokal.
Peringatan Haul Sang Proklamator, Bung Karno, di Kota Blitar kali ini menghadirkan suasana yang berbeda dan lebih hangat dalam Festival Seribu Ambeng. Acara yang berlangsung di koridor Jalan Ir Soekarno pada Sabtu, 20 Juni, diwarnai dengan kehadiran ratusan warga yang berkumpul dengan semangat untuk menjaga tradisi. Barisan tumpeng yang biasanya mendominasi acara tersebut digantikan oleh ratusan talam ambengan dari 650 Rukun Tetangga (RT), yang menekankan nilai kebersamaan dan kesetaraan di antara masyarakat.
Asap harumnya masakan tradisional tercium sepanjang jalan, menciptakan atmosfer yang akrab dan bergotong royong. Warga dengan sukarela membawa hidangan yang meliputi nasi dan beragam lauk pauk khas kampung, seraya duduk bersila di atas tikar yang membentang. Salah seorang warga, Jatmiko, 42 tahun, menyatakan, "Model ambengan seperti ini membuat kita lebih mudah berbagi, tanpa persaingan untuk mendapatkan hidangan yang di atas. Saat menunggu pengajian, kita bisa menikmati cita rasa lokal bersama-sama dalam suasana yang hangat."
Kehadiran Festival Seribu Ambeng ini tidak hanya sekadar menyajikan kuliner, tetapi juga merupakan upaya pelestarian tradisi serta memperkuat sinergi antar warga di Bumi Bung Karno. Momen ini mengingatkan kita akan pentingnya kerja sama dalam merawat warisan budaya dan membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat. Dengan inisiatif ini, diharapkan akan tercipta jalinan lebih erat di antara warga, serta menjadikan Blitar sebagai pusat kebudayaan yang terus membuat sejarah.
Dengan semangat kolektivitas yang ditunjukkan dalam acara ini, masyarakat Blitar diharapkan dapat terus melestarikan tradisi dan nilai luhur yang diwariskan oleh Bung Karno, agar tetap hidup di tengah modernisasi yang terus berkembang.