- Pendirian SMAN pertama di Kanigoro mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan.
- Lahan bekas SDN Satreyan 1 direncanakan untuk pembangunan SMAN.
- Total luas lahan yang tersedia mencapai 8.000 meter persegi.
Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, muncul dari rencana pendirian Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) pertama di wilayah tersebut. Usaha ini mendapat dukungan penuh dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Blitar, yang menyatakan bahwa pembangunan SMAN di Kanigoro dapat menjadi solusi signifikan bagi masalah zonasi pendidikan yang selama ini dialami oleh lulusan SMP di wilayah ini.
Saat ini, para siswa dari Kanigoro terpaksa mencari sekolah di kecamatan lain maupun Kota Blitar akibat tidak adanya SMA negeri di daerah mereka. Rencana pembangunan SMAN ini berfokus pada lahan bekas gedung SDN Satreyan 1, yang tak lagi digunakan setelah kebijakan penggabungan sekolah, menyisakan potensi lahan yang sangat berharga untuk dimanfaatkan.
Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabdindik Jatim Wilayah Blitar, Abusani Abizalfa, menjelaskan bahwa saat ini pihak provinsi mendukung rencana pembangunan tersebut, namun penyerahan aset lahan dari Pemerintah Kabupaten Blitar masih menjadi faktor penentu. Proses pengalihan aset bekas SDN Satreyan 1 tengah diupayakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Blitar, dengan luas lahan mencapai sekitar 8.000 meter persegi, mencakup area pendukung yang cukup untuk membangun sekolah menengah atas yang dapat menampung hingga 24 rombongan belajar.
Jika pembangunan SMAN ini dapat terwujud, maka dengan hanya enam rombongan belajar yang direncanakan, lahan yang tersedia sudah sangat memadai. Hal ini bisa menjadikan SMAN di Kanigoro sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Blitar secara keseluruhan.