Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Pendidikan Berasrama Sekolah Rakyat: Langkah Strategis Pemutusan Rantai Kemiskinan di Blitar

Pendidikan Berasrama Sekolah Rakyat: Langkah Strategis Pemutusan Rantai Kemiskinan di Blitar

Pendidikan Berasrama Sekolah Rakyat: Langkah Strategis Pemutusan Rantai Kemiskinan di Blitar
Poin Penting:
  • Sekolah Rakyat bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama.
  • Program ini dianggarkan sebesar Rp2,3 triliun dan menargetkan 100 sekolah beroperasi di berbagai daerah.
  • Sistem asrama mengurangi beban biaya personal bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat menjadi solusi dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dikenal juga sebagai program pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,3 triliun. Pemerintah berkomitmen untuk menyiapkan 100 Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai bulan Juli mendatang. Program ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan akses pendidikan tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan anak-anak dari keluarga miskin, dengan harapan mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berilmu dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priono menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan utama: memutus transmisi kemiskinan, memuliakan keluarga kurang mampu, dan menyiapkan generasi penerus yang cerdas serta berkarakter. Selain itu, pemerintah juga menggarisbawahi pentingnya revitalisasi sekolah umum, di mana sekitar 11.000 sekolah umum akan diperbaiki. Diharapkan dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mengalami kendala finansial bisa mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya tambahan.

Pentingnya konsep berasrama dalam Sekolah Rakyat diungkapkan oleh Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. M. Nuh. Ia menambahkan bahwa meskipun biaya pendidikan ditanggung pemerintah, masih terdapat beban biaya personal yang harus ditanggung oleh keluarga miskin. Dengan penerapan sistem asrama, diharapkan kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan dapat lebih terjamin, sehingga keluarga tidak terbebani oleh biaya tambahan yang sering kali menjadi penghalang untuk pendidikan anak-anak mereka. Selain itu, Sekolah Rakyat ini juga dirancang dengan pendekatan preventif agar anak-anak yang berasal dari keluarga miskin tidak kembali terjerumus ke dalam kemiskinan di masa yang akan datang.