Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Hukum & Kriminal Pencurian di Kantor Desa Bacem: CCTV Alami Gangguan, Kerugian Ditaksir Rp14 Juta

Pencurian di Kantor Desa Bacem: CCTV Alami Gangguan, Kerugian Ditaksir Rp14 Juta

Pencurian di Kantor Desa Bacem: CCTV Alami Gangguan, Kerugian Ditaksir Rp14 Juta
Poin Penting:
  • CCTV Kantor Desa Bacem mengalami gangguan saat pencurian terjadi, sehingga tidak ada rekaman.
  • Kejadian pencurian ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp14 juta, dengan barang yang hilang termasuk proyektor dan laptop.
  • Ini adalah insiden pencurian pertama di Kantor Desa Bacem, dan pihak kepolisian sedang menyelidiki lebih lanjut.

Kantor Desa Bacem yang terletak di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, mengalami insiden pencurian yang mengejutkan masyarakat setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sekretaris Desa Bacem, Wasis Riadianto, CCTV kantor sedang mengalami gangguan teknis, sehingga tidak ada rekaman yang mendokumentasikan aksi pencurian yang terjadi pada Rabu, 2 September 2026. Kejadian ini mengakibatkan hilangnya dua unit proyektor dan dua laptop, dengan total kerugian diperkirakan sekitar Rp14 juta.

Wasis mengungkapkan bahwa sebelum pemasangan CCTV, keberadaan penjaga malam selalu rutin. Namun, setelah instalasi sistem pengawasan tersebut, aktivitas penjagaan malam tidak dilanjutkan. Hal ini menyebabkan di sekitar lokasi kejadian menjadi kurang terawasi dan memunculkan celah bagi pelaku pencurian. Memasuki area kantor, Kepala Desa juga mendapati pintu dalam kondisi tidak terkunci dengan kunci cadangan yang tersimpan di luar. Wasis menjelaskan bahwa kunci tersebut memang sengaja disediakan untuk memudahkan akses perangkat desa ketika diperlukan dalam situasi mendesak.

Peristiwa ini merupakan kasus pencurian pertama yang terjadi di Kantor Desa Bacem, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan aman bagi warga. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menguak lebih dalam tentang kejadian tersebut. Masyarakat desa diharapkan tetap tenang dan bersabar menunggu kabar terbaru dari pihak berwenang, serta meningkatkan kewaspadaan di sekitar area pemerintahan desa untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Kasus ini menjadi perhatian serius, terutama dalam hal pengamanan aset-aset penting milik publik. Pihak desa pun diharapkan untuk kembali menilai prosedur keamanan yang ada guna menjaga kepercayaan dan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas di lingkungan desa.