- Jumlah tuangan dalam proses menyeduh kopi filter dapat mempengaruhi karakter rasa yang dihasilkan.
- Tuangan terakhir seringkali menghasilkan rasa yang kurang diinginkan, seperti pahit dan dryness.
- Penggunaan teknik cut brew membantu menjaga kestabilan suhu dan kualitas rasa selama penyeduhan.
JAKARTA - Proses menyeduh kopi filter bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sebuah seni yang memerlukan perhatian terhadap detail. Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Das Wijaya, terungkap bahwa penggunaan empat tuangan dalam proses menyeduh kopi dapat menghasilkan karakter rasa yang berbeda di setiap tahapnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa tuangan terakhir seringkali menghasilkan rasa yang tidak diinginkan seperti pahit dan dryness, yang mendorong para pecinta kopi untuk lebih selektif dalam menentukan jumlah tuangan berdasarkan cita rasa yang diinginkan.
Das Wijaya, dalam video di kanal YouTube miliknya, menggambarkan semua aspek yang terlibat dalam setiap tuangan saat menyeduh. Dia mulai dari tahap blooming yang menggunakan campuran kopi sebanyak 15 gram, di mana dosis air yang tepat menjadi kunci untuk menciptakan kekayaan rasa yang optimal. Kopi yang digunakan adalah CM Original dari Terror Iden, dengan profil rasa yang menarik seperti blueberry segar, pink guava, dan red apple, siap membawa pecinta kopi Blitar pada pengalaman rasa yang baru.
Setiap tuangan berdampak signifikan terhadap hasil akhir. Tuangan pertama menunjukkan aroma yang pekat dengan kemunculan sweetness, acidity, dan mouthfeel. Sementara itu, di tuangan kedua, karakter acidity dan sweetness mulai menonjol, meskipun masih terasa kuat. Pada tahap ketiga, rasa menjadi lebih harmonis dan nyaman. Namun, di tuangan keempat, rasa mulai menunjukkan tanda-tanda kurang diinginkan dengan munculnya dryness dan bitterness. Penemuan ini memberikan wawasan berharga bagi para penggemar kopi dalam meramu memenuhi ekspektasi rasa mereka.
Das juga menggunakan teknik cut brew untuk mengontrol aliran air, menjaga suhu seduhan tetap stabil, dan menghindari rasa pahit. Ia menyampaikan bahwa eksperimen ini bukan hanya sekadar tentang mendapatkan hasil, tetapi juga bagaimana proses penyeduhan bisa disesuaikan dengan karakter rasa yang ingin dicapai. Melalui campuran hasil dari keempat tuangan, ia berhasil menemukan keselarasan rasa yang lebih seimbang, yang akan menjadi inspirasi bagi para penyeduh kopi di Blitar untuk tidak terpaku pada struktur standar dan lebih eksploratif dalam mengeksplorasi cita rasa kopi mereka sendiri.