- Muktamar NU 2026 di Jombang menjadi momen penting untuk rekonsiliasi internal.
- Konflik terkait kepemimpinan Gus Yahya dan pengelolaan sumber daya menjadi isu krusial.
- Keputusan muktamar diharapkan dapat membawa stabilitas dan harapan baru bagi masyarakat NU.
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Kabupaten Jombang, menjadi momentum penting bagi organisasi ini menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan pada bulan Juli. Muktamar ke-35 ini bukan hanya sebagai forum pemilihan ketua umum, tetapi juga sebagai arena untuk meredakan berbagai konflik internal yang telah mengemuka, termasuk polemik terkait kepemimpinan Gus Yahya Cholil Staquf.
Teddy Yahya, sapaan akrab Gus Yahya, terlibat dalam konflik yang melibatkan pengelolaan sumber daya alam di lingkungan NU serta kedekatan sebagian tokoh dengan politik praktis. Pertikaian ini mencapai puncaknya ketika pada 20 November 2025, Rapat Harian Syuriah PBNU mengeluarkan ultimatum kepada Gus Yahya untuk mundur. Keputusan itu diawali oleh tudingan bahwa Gus Yahya mendatangkan narasumber yang dianggap berafiliasi dengan kebijakan Israel di acara pelatihan kader tinggi NU.
Namun, Gus Yahya menolak untuk mundur, berargumen bahwa keputusan mengenai kepemimpinan NU seharusnya ditentukan dalam muktamar sebagai forum tertinggi. Di tengah persiapan menuju Muktamar, konflik semakin memanas ketika ia mencopot Gus Ipul, sekretaris jenderalnya, dari jabatannya sehari sebelum batas waktu ultimatum. Pada 26 November 2025, Komisaris Am KH Miftahul Akhyar mengumumkan bahwa Gus Yahya dicopot dari posisi Ketua Umum PBNU.
Muktamar ini dipandang sebagai langkah rekonsiliasi antar pimpinannya yang sebelumnya terlibat dalam perselisihan. Diharapkan, melalui muktamar ini, NU bisa memperkuat jati diri dan misi organisasi yang merupakan bagian penting dari masyarakat Blitar dan sekitarnya. Tentu saja, hasil dari muktamar ini akan dinanti oleh banyak pihak, apakah NU akan mampu bersatu dan membawa perubahan positif dalam kepemimpinannya ke depan.