Jumat, 16 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › Momen Haru Gus Iqdam Menangis Saat Dihias Lukisan Anak Tunanetra dalam Acara Kreasi Anak Disabilitas

Momen Haru Gus Iqdam Menangis Saat Dihias Lukisan Anak Tunanetra dalam Acara Kreasi Anak Disabilitas

Momen Haru Gus Iqdam Menangis Saat Dihias Lukisan Anak Tunanetra dalam Acara Kreasi Anak Disabilitas
Poin Penting:
  • Momen haru antara Gus Iqdam dan anak tunanetra saat acara Kreasi Anak Disabilitas mencerminkan nilai empati dan keberanian.
  • Acara ini semakin mendapat perhatian setelah diunggah oleh Lek Dahlan, menyoroti sisi positif di tengah kontroversi yang ada.
  • Anak tunanetra menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.

BLITAR – Pada tanggal 4 September 2023, sebuah peristiwa yang penuh emosi terjadi di acara Kreasi Anak Disabilitas, yang dihelat oleh Majelis Sabilu Taubah. Dalam momen tersebut, Gus Iqdam, pengasuh majelis yang menjadi perhatian publik, tak kuasa menahan tangis ketika anak tunanetra berjuang menggambarkan sosoknya melalui lukisan. Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi sebuah momen luar biasa yang mengungkapkan kedalaman hati dan empati yang jarang terlihat di tengah berbagai kontroversi yang mengelilingi dirinya saat ini.

Air mata yang mengalir dari Gus Iqdam bukanlah hasil dari kesedihan, melainkan dari rasa haru yang mendalam melihat semangat tanpa batas seorang anak dengan keterbatasan penglihatan. Dalam suasana yang hangat, anak tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dan keberanian tidak mengenal batas fisik. Melalui karya seni yang ia ciptakan, anak tunanetra itu mampu menyampaikan pesan penting tentang perjuangan dan keberanian yang sering kali terabaikan di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut mendapatkan sorotan lebih setelah diunggah oleh Lek Dahlan, penulis lagu yang turut mengangkat momen berharga ini di tengah riuhnya diskusi tentang Harlah ke-7 Sabilu Taubah. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat kontroversi, tetapi juga momen-momen berharga yang menunjukkan bahwa anak-anak dengan keterbatasan memiliki potensi yang luar biasa. Dengan demikian, momen ini diharapkan dapat memicu kepedulian masyarakat untuk memberikan dukungan kepada anak-anak disabilitas agar mereka dapat berkontribusi dan menunjukkan bakat mereka di berbagai bidang.