Selasa, 30 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Mitos Pernikahan di Sisi Berbeda Sungai Brantas: Antara Tradisi dan Realita

Mitos Pernikahan di Sisi Berbeda Sungai Brantas: Antara Tradisi dan Realita

Mitos Pernikahan di Sisi Berbeda Sungai Brantas: Antara Tradisi dan Realita
Poin Penting:
  • Mitos menikah beda sisi Sungai Brantas masih dipercayai oleh sebagian masyarakat di Jawa Timur.
  • Kepercayaan ini mengklaim dapat membawa musibah bagi pasangan yang menikah lintas sisi sungai.
  • Sulitnya pernikahan lintas sisi disebabkan oleh penolakan keluarga yang mengedepankan tradisi.

Mitos mengenai pernikahan antara pasangan yang berasal dari sisi berbeda Sungai Brantas masih diyakini oleh segelintir masyarakat di wilayah Jawa Timur, termasuk Blitar. Kepercayaan ini menyatakan bahwa individu yang berasal dari sisi timur tidak seharusnya menikah dengan pasangan dari sisi barat sungai, begitu pula sebaliknya. Masyarakat yang menganut kepercayaan ini percaya bahwa praktik pernikahan lintas sisi dapat membawa musibah, dari ketidakharmonisan dalam keluarga hingga kehilangan anggota keluarga.

Fenomena ini kembali menjadi sorotan publik, terutama setelah tayangan yang mengangkat berbagai mitos pernikahan. Dalam narasi yang beredar, pasangan yang melanggar konvensi pernikahan lintas sisi diyakini akan menghadapi berbagai kesialan. Hal ini membuat beberapa kalangan masyarakat, khususnya mereka yang kental dengan tradisi, merasa khawatir akan nasib buruk yang mungkin terjadi jika mereka melanjutkan rencana pernikahan.

Meskipun mitos ini tidak memiliki pijakan dalam ajaran agama atau bukti empirik yang jelas, ia tetap mempertahankan keberadaannya di masyarakat. Akar dari kepercayaan ini terletak pada tradisi lisan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Akibatnya, tak sedikit pasangan yang akhirnya mengurungkan niat menikah karena mendapat penolakan dari pihak keluarga yang masih kuat memegang keyakinan tersebut. Penting untuk bersikap bijak dalam menyikapi tradisi dan mitos ini, serta mempertimbangkan aspek-aspek rasional dalam menjalani hubungan antar dua individu yang saling mencintai.