- Teknik V60 memiliki dua fase kritis: wetting untuk blooming dan extraction untuk rasa.
- Rasio dan kualitas bahan sangat mempengaruhi hasil seduhan, terutama usia dan tipe kopi.
- Proses brewing kopi bukan hanya teknis, tetapi juga seni yang memerlukan eksperimen dan penyesuaian.
Blitar - Teknik penyeduhan kopi menggunakan alat V60 menjadi semakin populer di kalangan pecinta kopi. Dalam sebuah tutorial yang informatif, Saiful memandu kita melalui dua fase utama dari teknik ini: wetting (pembasahan) dan extraction (ekstraksi). V60, yang sering dijuluki sebagai 'alat sejuta umat', dikenal luas di berbagai kedai kopi, termasuk yang ada di Blitar. Dikenal dengan kesederhanaannya, alat ini dapat terbuat dari berbagai material, termasuk plastik, kaca, keramik, dan metal, memberikan fleksibilitas bagi para barista.
Dalam tutorial tersebut, kopi yang digunakan adalah varietas Ethiopia dari Adolah Kilo, yang melalui proses pascapanen full washed, memiliki aroma khas bunga melati. Saiful menjelaskan cara mengatur rasio kopi dan air yang ideal, di mana ia menggunakan 14 gram kopi yang digiling halus dengan pengaturan grind size 4, serta air panas pada suhu sekitar 92 derajat Celsius. Dengan rasio 1:15, ia menuangkan total 210 gram air secara bertahap, memulai dengan fase wetting yang sangat penting untuk menghasilkan blooming, suatu proses di mana bubuk kopi mengembang akibat pelepasan karbon dioksida.
Dalam dunia perkopian, memahami proses disolusi dan difusi juga menjadi kunci untuk mendapatkan rasa yang optimal. Saiful menutup dengan pesan bahwa meski ada pedoman teknis dalam melakukan penyeduhan dengan V60, setiap langkah yang diambil harus disertai dengan tujuan yang jelas, sehingga hasilnya dapat dievaluasi dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Ini adalah pengingat bagi masyarakat Blitar bahwa mencipta kopi yang berkualitas adalah sebuah perjalanan yang terus menerus, dan setiap kopi memiliki cerita serta karakter yang unik untuk dibagikan.