Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Wisata & Kuliner Menguasai Teknik V60: Memahami Blooming dan Ekstraksi Kopi dengan Lebih Dalam

Menguasai Teknik V60: Memahami Blooming dan Ekstraksi Kopi dengan Lebih Dalam

Menguasai Teknik V60: Memahami Blooming dan Ekstraksi Kopi dengan Lebih Dalam
Poin Penting:
  • Teknik V60 memiliki dua fase kritis: wetting untuk blooming dan extraction untuk rasa.
  • Rasio dan kualitas bahan sangat mempengaruhi hasil seduhan, terutama usia dan tipe kopi.
  • Proses brewing kopi bukan hanya teknis, tetapi juga seni yang memerlukan eksperimen dan penyesuaian.

Blitar - Teknik penyeduhan kopi menggunakan alat V60 menjadi semakin populer di kalangan pecinta kopi. Dalam sebuah tutorial yang informatif, Saiful memandu kita melalui dua fase utama dari teknik ini: wetting (pembasahan) dan extraction (ekstraksi). V60, yang sering dijuluki sebagai 'alat sejuta umat', dikenal luas di berbagai kedai kopi, termasuk yang ada di Blitar. Dikenal dengan kesederhanaannya, alat ini dapat terbuat dari berbagai material, termasuk plastik, kaca, keramik, dan metal, memberikan fleksibilitas bagi para barista.

Dalam tutorial tersebut, kopi yang digunakan adalah varietas Ethiopia dari Adolah Kilo, yang melalui proses pascapanen full washed, memiliki aroma khas bunga melati. Saiful menjelaskan cara mengatur rasio kopi dan air yang ideal, di mana ia menggunakan 14 gram kopi yang digiling halus dengan pengaturan grind size 4, serta air panas pada suhu sekitar 92 derajat Celsius. Dengan rasio 1:15, ia menuangkan total 210 gram air secara bertahap, memulai dengan fase wetting yang sangat penting untuk menghasilkan blooming, suatu proses di mana bubuk kopi mengembang akibat pelepasan karbon dioksida.

Salah satu poin penting dari tutorial ini adalah bagaimana faktor-faktor seperti gilingan, usia kopi, serta varietas mempengaruhi hasil dari seduhan. Saiful menegaskan, kopi yang lebih fresh akan menunjukkan fenomena blooming yang lebih dramatis, sedangkan kopi yang lebih tua cenderung tidak menghasilkan efek yang sama. Memahami dinamika ini sangat penting dalam dunia penyeduhan kopi, agar setiap barista dapat meningkatkan kualitas seduhan mereka setiap kali mencoba. Saiful memberikan dorongan agar semua pemula berani bereksperimen dengan teknik V60, mempelajari setiap fase seduhan secara seksama, dan beradaptasi dengan hasil yang mereka peroleh.

Dalam dunia perkopian, memahami proses disolusi dan difusi juga menjadi kunci untuk mendapatkan rasa yang optimal. Saiful menutup dengan pesan bahwa meski ada pedoman teknis dalam melakukan penyeduhan dengan V60, setiap langkah yang diambil harus disertai dengan tujuan yang jelas, sehingga hasilnya dapat dievaluasi dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Ini adalah pengingat bagi masyarakat Blitar bahwa mencipta kopi yang berkualitas adalah sebuah perjalanan yang terus menerus, dan setiap kopi memiliki cerita serta karakter yang unik untuk dibagikan.