- Gatot merupakan kuliner tradisional yang terbuat dari singkong kering.
- Proses pembuatan gatot memerlukan tahapan perendaman dan pengukusan yang mempertahankan kelezatannya.
- Gatot disajikan dengan kelapa parut muda yang memberikan kombinasi rasa gurih dan manis.
Gatot Gunungkidul merupakan salah satu hidangan khas yang patut dicoba oleh masyarakat Blitar dan sekitarnya. Dengan penampilan yang menawan dan berwarna hitam pekat, gatot menjadi primadona kuliner tradisional. Terbuat dari singkong kering atau gaplek, proses pembuatan kuliner ini tidak dapat dilakukan secara instan. Singkong harus melalui tahapan perendaman yang memakan waktu beberapa hari agar bisa disajikan dengan sempurna.
Proses pengolahan singkong menjadi gatot dimulai dengan merendam singkong kering dalam air selama tiga hari tiga malam. Selama masa perendaman, air harus diganti setiap hari untuk mendapatkan tekstur yang lebih empuk dan menghilangkan aroma yang tidak diinginkan. Singkong kering yang awalnya keras ini setelah direndam akan menjadi lebih lunak dan mudah diolah, sehingga siap untuk dipotong dan dikukus.
Setelah dipotong, singkong tersebut dikukus selama kurang lebih 30 menit sampai matang dengan tekstur yang lembut. Proses ini bukan hanya menjaga kelezatan, tetapi juga membentuk karakter unik yang membedakan gatot dari olahan singkong lainnya. Gatot biasanya disajikan dengan kelapa parut muda yang diberi sedikit garam dan gula pasir, memberikan keseimbangan rasa gurih dan manis yang begitu memikat.
Dengan keaslian rasa dan teknik pengolahannya yang unik, gatot Gunungkidul tidak hanya menjadi hidangan tradisional, tetapi juga sebuah simbol budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat. Bagi warga Blitar, mencicipi gatot tidak hanya sekadar menikmati kuliner, tetapi juga merayakan warisan kuliner yang penuh tradisi dan makna.