- Gong Kyai Pradah adalah pusaka sakral yang memiliki hubungan dengan sejarah Kerajaan Lodaya.
- Ritual jamasan dilaksanakan setiap bulan Mulud sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.
- Tradisi dan benda pusaka merupakan warisan budaya yang masih hidup di tengah perkembangan zaman.
Lodoyo, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan budaya, bukan hanya diungkapkan melalui catatan sejarah, tetapi juga melalui tradisi yang masih dipertahankan hingga kini. Di antara kekayaan budaya tersebut, Gong Kyai Pradah muncul sebagai pusaka sakral yang tidak hanya menjadi simbol identitas budaya Kabupaten Blitar, tetapi juga sebuah jembatan ke masa lalu yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah Kerajaan Lodaya.
Gong Kyai Pradah disimpan di kawasan yang diyakini sebagai pusat kerajaan Lodaya, tempat di mana berbagai tradisi budaya berlangsung secara turun-temurun. Keberadaan gong ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal dan wisatawan yang berkeinginan untuk mendalami lebih lanjut mengenai sejarah dan budaya yang mengakar di daerah ini. Ada nilai-nilai penting yang terkandung dalam setiap aspek tradisi ini, menjadikannya lebih dari sekedar sebuah objek historis, tetapi sebagai simbol spiritual yang diakui dan dihormati oleh masyarakat.
Melalui penelusuran yang dilakukan oleh kreator konten Norman di kanal YouTube Blitar Api, masyarakat diajak untuk lebih mengenal kisah di balik Gong Kyai Pradah. Dalam video tersebut, terungkap bahwa pusaka ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Raja Lodaya dan telah dilestarikan melalui ritual adat yang diadakan setiap tahun. Hal ini menunjukkan bagaimana warisan budaya tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Blitar.
Salah satu tradisi penting yang masih berlangsung adalah prosesi jamasan, yaitu ritual memandikan Gong Kyai Pradah, yang dilaksanakan setiap bulan Mulud dalam kalender Jawa. Prosesi ini menjadi agenda budaya yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta simbol kesatuan komunitas dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal yang berharga ini.