- Pemkot Blitar tetap melaksanakan Blitar Djadoel meskipun dengan anggaran Rp 350 juta.
- Acara diselenggarakan dengan kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi UMKM.
- Blitar Djadoel bertujuan untuk mendukung ekonomi lokal dan menarik minat investor.
Pemerintah Kota Blitar mengumumkan pelaksanaan acara tahunan Blitar Djadoel meskipun menghadapi kendala anggaran yang terbatas. Dalam tahun ini, Pemkot Blitar hanya menyediakan dana sebesar Rp 350 juta untuk penyelenggaraan acara tersebut. Meskipun demikian, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana hiburan bagi masyarakat dan dorongan bagi ekonomi lokal, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima.
"Blitar Djadoel tahun ini diselenggarakan dalam kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi pedagang UMKM. Ini menunjukkan adanya sharing yang baik antara kedua pihak, mengingat kendala anggaran yang ada," jelas Muhibbin dalam keterangannya. Wali Kota menambahkan bahwa penyelenggaraan acara akan dilakukan dengan cara sederhana, disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang tersedia, guna memastikan masyarakat tetap dapat menikmati berbagai hiburan yang ditawarkan.
Lebih jauh, Muhibbin menyatakan pentingnya acara ini dalam menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal dan menarik perhatian investor untuk berinvestasi di Kota Blitar. Hal ini diharapkan bisa membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Blitar, Parminto, mengkonfirmasi bahwa Blitar Djadoel akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2026, yang diisi oleh berbagai penampilan artis di panggung rakyat serta 149 stand bazar. Acara ini dinilai penting tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mendukung pelaku usaha lokal dalam menjajakan produk mereka kepada masyarakat.