- Mahasiswa Unsrat menggelar aksi demonstrasi untuk mendesak percepatan pemilihan rektor baru.
- Perpanjangan jabatan rektor sebelumnya dianggap bermasalah dan berisiko terhadap tata kelola kampus.
- Mahasiswa meminta Kementerian Pendidikan Tinggi untuk segera menanggapi keadaan dan melaksanakan pemilihan rektor baru dengan transparan.
MANADO – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado menggelar aksi demonstrasi pada hari ini, menyuarakan tuntutan agar proses pemilihan rektor baru segera dilaksanakan. Demonstrasi ini dipicu oleh adanya perpanjangan jabatan rektor sebelumnya yang dianggap bermasalah dan dapat menghambat kemajuan dunia pendidikan di kampus tersebut.
Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi fondasi bagi proses pembangunan kebudayaan, penelitian, dan perkembangan teknologi. Mereka khawatir, jika masalah kepemimpinan kampus tidak segera diatasi, akan ada dampak negatif terhadap tata kelola kampus, terutama terkait pengangkatan dan pengelolaan jabatan struktural dalam institusi pendidikan.
Perwakilan mahasiswa mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan perpanjangan masa jabatan rektor yang dianggap tidak sesuai, khususnya di tengah proses pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal terkait dugaan korupsi. Mereka menyampaikan keraguan yang muncul ketika seorang pemimpin institusi pendidikan tidak dapat meyakinkan masyarakat tentang integritas dan tata kelola yang baik dalam pendidikan.
Selanjutnya, para mahasiswa mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi untuk segera merespons pandemi kepemimpinan yang ada dan memastikan bahwa pemilihan rektor baru tidak hanya dipercepat, tetapi juga dilaksanakan dengan transparansi. Harapan mereka adalah agar pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memenuhi komitmennya untuk mempercepat proses pemilihan, agar ke depan, pendidikan di Unsrat dapat kembali berjalan pada jalur yang konstruktif dan produktif.