- Mahasiswa Blitar menuntut evaluasi program nasional yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.
- Aksi diwarnai insiden bakar ban sebagai simbol semangat perjuangan mahasiswa.
- Pentingnya dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkan program nasional.
Dalam sebuah aksi yang mencerminkan semangat kebangkitan generasi muda, sekelompok mahasiswa asal Blitar menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar. Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mengenai program-program nasional yang dinilai tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Para mahasiswa memulai long march dari Simpang Empat Kanigoro menuju DPRD, membawa serta poster-poster berisi tuntutan yang jelas.
Perwakilan mahasiswa bergantian menyampaikan orasi, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program strategis nasional. Masyarakat, sebagai pihak yang paling terdampak, diharapkan mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah. Suasana unjuk rasa sempat memanas ketika beberapa mahasiswa melakukan aksi simbolis dengan membakar ban di depan gerbang masuk DPRD, menggambarkan semangat dan urgensi dari tuntutan mereka. Insiden tersebut menyulut ketegangan ketika aparat kepolisian mencoba meredakan situasi, dan seorang mahasiswa sempat ditahan dalam perdebatan mengenai alat pemadam api ringan.
Wisnu Eka, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut, mengungkapkan bahwa tujuan mereka adalah murni untuk menyampaikan aspirasi demi kebaikan masyarakat. Meskipun ada situasi yang tidak diinginkan, mahasiswa tetap komitmen pada aksi damai mereka. "Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi tanpa ada ancaman, namun tetap mendapatkan respons dari otoritas agar tindakan kami tidak ditanggapi dengan kekerasan," ujar Wisnu.
Aksi tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengekspresikan pandangan mereka. Melalui aksi ini, diharapkan tercipta dialog yang konstruktif antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah, demi meningkatkan kualitas program nasional yang lebih berpihak kepada rakyat.