Jumat, 03 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Konseling Psikologi Gratis untuk Kesehatan Mental di Blitar dan Sekitarnya

Konseling Psikologi Gratis untuk Kesehatan Mental di Blitar dan Sekitarnya

Konseling Psikologi Gratis untuk Kesehatan Mental di Blitar dan Sekitarnya
Poin Penting:
  • Komunitas Sinar Cerita menyediakan konseling psikologi gratis untuk masyarakat di Trenggalek, Blitar, dan Tulungagung.
  • Program "Ngobrol Yuk" dan "Jembatan Kasih" bertujuan untuk mendukung kesehatan mental keluarga migran.
  • Kepala Desa Sumberagung mengapresiasi inisiatif ini sebagai dukungan bagi PMI dan keluarga yang ditinggalkan.

Komunitas Sinar Cerita kini hadir di Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung dengan inisiatif penyediaan konseling psikologi gratis bagi masyarakat umum, khususnya kelompok keluarga migran. Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat dua program utama yang ditawarkan, yaitu "Ngobrol Yuk" dan "Jembatan Kasih". Program "Ngobrol Yuk" dijadwalkan akan berlangsung di area Car Free Day (CFD) Trenggalek pada 14 Juni 2026, dilanjutkan di Kabupaten Blitar pada 21 Juni 2026, dan akan ditutup di Kabupaten Tulungagung pada 28 Juni 2026. Program ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi individu untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan bimbingan psikologis yang mereka butuhkan.

Sementara itu, program "Jembatan Kasih" akan secara khusus menggandeng warga di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pekerja migran Indonesia (PMI) beserta keluarga mereka, memberikan mereka dukungan emosional, dan membuka akses terhadap informasi dan konseling yang relevan. Kepala Desa Sumberagung, Junaidi, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa upaya ini sangat membantu, terutama dalam memberikan sosialisasi bagi PMI dan keluarga yang ditinggalkan.

Fenomena pekerja migran yang seringkali terpaksa harus berada jauh dari keluarga dapat menciptakan masalah serius, baik dalam keharmonisan rumah tangga maupun kesehatan mental anak-anak yang ditinggalkan. Menurut data yang diperoleh dari desa, anak-anak yang diasuh oleh nenek atau kerabat mereka sering mengalami masalah perhatian, yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Kepala Desa Junaidi menambahkan bahwa tema "Kuat di Rumah, Bangga di Hati" sangat relevan dengan kondisi masyarakatnya, dan langkah ini diharapkan dapat membantu mengembangkan ketangguhan mental di kalangan keluarga, terutama di wilayah dengan banyak warga merantau.

Melalui inisiatif ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental dapat meningkat, serta dorongan untuk selalu mendaftar melalui perusahaan resmi ketika ingin merantau demi memastikan keberlangsungan kesejahteraan dan kesehatan psikologis warga desa. Upaya Komunitas Sinar Cerita ini mendapat apresiasi tinggi dan diharapkan dapat berlanjut sebagai dukungan komunitas yang berkesinambungan.