- Harga cabai rawit di Blitar naik drastis mencapai Rp 75 ribu per kilogram.
- Musim kemarau berdampak pada hasil panen cabai, menyebabkan banyak tanaman mati.
- Pasokan cabai rawit berkurang, walaupun harga cabai keriting dan cabai besar stabil.
Kota Blitar tengah menghadapi tantangan dalam sektor pertanian, khususnya pada harga cabai rawit yang mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir. Dari informasi yang dihimpun di Pasar Legi, harga cabai rawit melonjak dari kisaran Rp 50 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram. Kenaikan ini diperkirakan disebabkan oleh musim kemarau yang ekstrem, sehingga memengaruhi kondisi pertanian lokal.
Ali Mahmud, salah satu pedagang cabai di Pasar Legi, mengonfirmasi bahwa harga cabai rawit ini terus meningkat setiap harinya. Ia menjelaskan, 'Saat ini harga cabai kecil sudah mencapai Rp 75 ribu per kilo. Setiap hari harganya naik, dari sekitar Rp 50 ribu hingga saat ini mencapai Rp 70-75 ribu per kilogram.'
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat berdampak serius terhadap penanaman cabai di kalangan petani. Banyak dari tanaman cabai yang mengalami kekeringan, bahkan sejumlah pohon terpaksa mati akibat kurangnya air. Hal ini tentunya mengurangi hasil panen yang masuk ke pasar, dan mengakibatkan suplai cabai rawit berkurang. Dengan demikian, komoditas yang seharusnya melimpah menjadi terbilang langka di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Dalam situasi ini, pedagang memprediksi bahwa harga cabai rawit akan tetap tinggi untuk waktu yang tidak bisa dipastikan. Meskipun demikian, harga cabai keriting dan cabai besar terlihat stabil dan tidak mengalami peningkatan yang sama seperti cabai rawit. Hal ini patut dicermati oleh para petani dan konsumen yang bergantung pada pasokan cabai dalam kehidupan sehari-hari mereka.