Jumat, 16 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › Keberlanjutan Pengajaran: 237 Ribu Guru Honorer Tetap Mengajar hingga 2026, Nasib Pasca 2027 Masih Menjadi Pertanyaan

Keberlanjutan Pengajaran: 237 Ribu Guru Honorer Tetap Mengajar hingga 2026, Nasib Pasca 2027 Masih Menjadi Pertanyaan

Keberlanjutan Pengajaran: 237 Ribu Guru Honorer Tetap Mengajar hingga 2026, Nasib Pasca 2027 Masih Menjadi Pertanyaan
Poin Penting:
  • Menteri Pendidikan memastikan guru honorer dapat mengajar hingga akhir 2026.
  • Jumlah guru honorer aktif mencapai 237 ribu orang di Indonesia.
  • Nasib guru honorer setelah 2026 masih dalam pembahasan dengan pemerintah.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa 237 ribu guru honorer atau non-ASN akan terus menjalankan tugas pengajaran mereka hingga akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam sebuah konferensi pers yang membahas kebijakan pendidikan terbaru. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pendidikan saat ini.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa guru honorer memegang peranan krusial dalam menjaga kualitas pendidikan, mengingat kebutuhan akan tenaga pengajar di berbagai daerah belum sepenuhnya terpenuhi. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tidak terhambat hingga akhir 2026. Melalui Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026, pemerintah memberikan dasar hukum untuk penugasan guru non-ASN di institusi pendidikan yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Namun, meskipun ada kepastian mengenai penugasan hingga 2026, nasib para guru honorer pascaperiode tersebut masih menjadi tanda tanya. Abdul Mu’ti menekankan bahwa pemerintah saat ini sedang mendiskusikan rancangan kebijakan yang akan menentukan status kepegawaian mereka setelah 2027. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi pemerintah untuk mencari solusi yang tepat demi kesejahteraan dan kepastian bagi tenaga pengajar yang selama ini mengabdikan diri untuk pendidikan.

Keberadaan guru honorer tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan pengajaran, tetapi juga untuk menciptakan stabilitas di sekolah-sekolah, terutama di daerah yang kekurangan tenaga pengajar. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat memberikan rasa aman bagi para guru honorer serta anak-anak didik mereka dalam menjalani proses belajar mengajar yang lebih terencana dan berkelanjutan.