- IHSG mengalami penguatan sebesar 0,3% di tengah isu mundurnya Gubernur Bank Indonesia.
- Nilai tukar rupiah relatif melemah dan berada di angka 17.985 per dolar Amerika Serikat.
- Sektor-sektor utama di bursa saham menunjukkan hasil yang positif dengan penguatan signifikan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan positif pada perdagangan pagi hari ini, melanjutkan penguatan sebesar 0,3% atau bertambah 18 poin, sehingga berada di level 6.248,3. Kondisi ini hadir meski sebelumnya IHSG sempat mengalami fluktuasi yang signifikan ketika mendengar kabar mundurnya Gubernur Bank Indonesia, Peri Warjio, yang diungkapkan akibat masalah kesehatan.
Dalam perkembangan terbaru, IHSG yang semula dibuka dalam posisi melemah, berhasil berbalik arah berkat sejumlah faktor penunjang dari dalam dan luar negeri. Pasar saham nasional terlihat lebih stabil setelah sempat dipengaruhi oleh isu internal BI. Penurunan nilai tukar rupiah juga terlihat pada perdagangan pagi ini, dengan rupiah terkoreksi 0,28% atau 50 poin, sehingga berada di posisi 17.985 per dolar Amerika Serikat.
Di panggung global, pelaku pasar bersikap waspada dengan berbagai agenda penting yang sedang berlangsung. Salah satunya adalah pernyataan Iran yang siap menghentikan serangan jika Amerika Serikat menghentikan aksi militer mereka, di mana keputusan ini diambil setelah melihat stok amunisi AS yang terancam menipis. Selain itu, perhatian juga tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) oleh The Federal Reserve, di mana pasar memperkirakan suku bunga tetap berada di angka 3,75% dengan penekanan pada arahan yang diberikan oleh Ketua The Fed.
Sementara itu, sektor-sektor utama di bursa memperlihatkan kondisi yang lebih optimis, di mana sektor perindustrian, konsumen non-primer, dan finansial masing-masing membukukan penguatan yang signifikan. Di tingkat internasional, Bank of England dan Bank of Japan juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pasar ke depan. Menyusul itu, investor global juga menantikan hasil rapat politbiro di China yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping, yang akan memengaruhi arah kebijakan ekonomi negara tersebut.