Rabu, 14 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Ekonomi › Harga Cabai Rawit Mencapai Rp77 Ribu per Kg, Pedagang dan Konsumen Blitar Beradaptasi

Harga Cabai Rawit Mencapai Rp77 Ribu per Kg, Pedagang dan Konsumen Blitar Beradaptasi

Harga Cabai Rawit Mencapai Rp77 Ribu per Kg, Pedagang dan Konsumen Blitar Beradaptasi
Poin Penting:
  • Harga cabai rawit di Blitar mencapai Rp77.000 per kilogram, berdampak pada rumah tangga dan usaha makanan.
  • Kenaikan harga cabai mencapai 22,85% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan pasokan yang berkurang.
  • Pedagang dan konsumen harus beradaptasi dengan tren harga serta memilih jenis cabai yang tepat.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga cabai rawit di Indonesia, termasuk di Blitar, mengalami lonjakan signifikan, mencapai hingga Rp77.000 per kilogram pada akhir September 2026. Kenaikan harga ini berdampak besar pada masyarakat Blitar, khususnya bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada cabai sebagai bahan baku utama dalam masakan sehari-hari. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang, para pedagang di pasar harus menghadapi dilema antara menjaga cita rasa makanan atau menekan biaya produksi agar tetap bertahan.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa harga cabai rawit nasional meningkat sebesar 22,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di Blitar, para pedagang mulai merasakan efek lonjakan ini, di mana pasokan cabai dari daerah penghasil lainnya juga semakin menipis. Khususnya komoditas dari Jawa Barat, yang biasanya menjadi penyuplai utama, turut berkurang, sehingga harga jual cabai di pasar lokal ikut melonjak.

Tidak hanya cabai rawit, harga beberapa jenis cabai lainnya juga mengalami kenaikan yang signifikan. Misalnya, cabai TM kini terjual dengan harga dua kali lipat dari sebelumnya, yaitu Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah dan cabai keriting juga menunjukkan tren serupa, masing-masing tercatat pada kisaran Rp50.278 dan Rp58.429 per kilogram. Hal ini membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam memilih jenis cabai yang akan dibeli, dengan mengutamakan kebutuhan dan anggaran rumah tangga.

Kondisi ini tentu saja menambah beban bagi para pedagang yang harus beradaptasi dengan kenaikan harga, sementara pasokan barang semakin berkurang. Ketidakpastian ini menjadi tantangan tersendiri di tingkat pasar, di mana pedagang harus pintar dalam mengatur harga jual agar tetap kompetitif, meskipun harus menghadapi peningkatan modal untuk mendapatkan barang dagangan. Dengan situasi ini, komunikasi antara pedagang dan konsumen semakin penting guna mengatasi dampak dari fluktuasi harga cabai di pasar lokal Blitar.