Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Flores, Pengungsi Waspada dan Siaga

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Flores, Pengungsi Waspada dan Siaga

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Flores, Pengungsi Waspada dan Siaga
Poin Penting:
  • Gempa berkekuatan 5,6 terjadi pada dini hari di Kabupaten Manggarai, NTT.
  • Gempa ini merupakan susulan dari gempa sebelumnya yang lebih besar, dengan intensitas dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah.
  • Para pengungsi menunjukkan kewaspadaan tinggi dengan segera keluar dari tenda dalam menghadapi guncangan.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.17 WITA, wilayah Flores, khususnya Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6. Guncangan yang terjadi pada dini hari ini membuat para pengungsi yang sedang berada di lokasi pengungsian merasa panik dan cepat-cepat keluar dari tenda-tenda mereka. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arif Tiastama, menginformasikan bahwa pusat gempa terletak sekitar 43 kilometer sebelah utara dari Ruteng dengan kedalaman 10 kilometer, yang menunjukkan bahwa ini adalah gempa dangkal.

Menurut analisis BMKG, gempa ini merupakan gempa susulan dari peristiwa seismik lebih besar sebelumnya, yaitu gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meskipun demikian, BMKG memastikan bahwa gempa M 5,6 ini tidak menimbulkan potensi tsunami, meskipun dampak guncangan ditakuti dapat menambah kondisi kecemasan di kalangan pengungsi yang masih trauma akibat gempa sebelumnya.

Getaran gempa tersebut dirasakan tidak hanya di Manggarai, tetapi juga di wilayah lain di Pulau Flores, dengan tingkat intensitas yang berbeda. BMKG mencatat, dampak guncangan mencapai kategori IV MMI di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Nagekeo, sementara di Kabupaten Sumba Timur, intensitasnya dirasakan dalam kategori III sampai IV MMI. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada informasi tentang kerusakan tanah atau bangunan, namun masyarakat tetap diminta untuk waspada dan siap siaga jika terjadi gempa susulan.

Dalam situasi ini, para pengungsi yang berada di Posko Barang Kolong dan sekitarnya menunjukkan tindakan cepat dengan bergegas keluar dari tenda ketika gempa terjadi. Tindakan segera ini mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di tengah ancaman bencana alam yang masih bisa terjadi di masa depan. Otoritas dan masyarakat disarankan untuk tetap berkomunikasi efektif dan mengikuti arahan resmi terkait penanganan bencana.