Senin, 13 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Duel Mobil Listrik: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3, Hasil Uji Jarak Tempuh Mengejutkan

Duel Mobil Listrik: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3, Hasil Uji Jarak Tempuh Mengejutkan

Duel Mobil Listrik: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3, Hasil Uji Jarak Tempuh Mengejutkan
Poin Penting:
  • Pengujian jarak tempuh Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 berujung pada hasil yang tidak terduga.
  • Keduanya memiliki spesifikasi hampir identik, namun kinerja di lapangan menunjukkan perbedaan signifikan.
  • Kondisi cuaca khususnya hujan mempengaruhi efisiensi energi dan jarak tempuh kendaraan listrik.

BLITAR – Dalam pertarungan yang ditunggu-tunggu oleh pecinta mobil listrik di Tanah Air, Jaecoo J5 EV dan BYD Atto 3 telah menjalani pengujian jarak tempuh dari Jakarta menuju Jawa Tengah. Kedua kendaraan ini memiliki spesifikasi baterai yang hampir serupa, namun hasilnya memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Tes dilakukan dengan kondisi baterai terisi penuh 100% dan berbagai parameter disamakan untuk memastikan keadilan pengujian. Tekanan ban, jumlah penumpang, dan data perjalanan direset untuk menjaga objektiitas.

Pengujian berlangsung di tengah hujan deras, yang dikenal dapat mengurangi efisiensi energi kendaraan listrik. Meskipun demikian, tim melakukan perjalanan hingga kedua kendaraan kehabisan daya. BYD Atto 3 Long Range mengandalkan baterai 60,48 kWh yang mampu memproduksi tenaga 210 hp dan torsi 310 Nm, serta diklaim mampu menempuh jarak hingga 480 kilometer dengan satu kali pengisian daya. Sebaliknya, Jaecoo J5 EV dilengkapi dengan baterai 60,9 kWh, menghasilkan tenaga 207 hp dan torsi 288 Nm, dengan klaim jarak tempuh mencapai 461 kilometer menurut standar NEDC.

Meskipun kedua SUV listrik ini secara spesifikasi terlihat berimbang, perbedaan berat dan karakter pengendaraannya menjadi faktor yang perlu dicermati. Selama perjalanan, jalanan yang licin dan genangan air membuat konsumsi energi meningkat. Kedua kendaraan menggunakan mode regenerative braking tertinggi untuk mengembalikan energy saat perlambatan, tetapi kondisi cuaca tetap mempengaruhi estimasi jarak tempuh.

Hasil dari uji jarak tempuh ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat Blitar dan Indonesia secara umum, terutama dalam mempertimbangkan pilihan mobil listrik sebagai kendaraan sehari-hari. Dengan kondisi di lapangan yang tidak ideal, kinerja kedua mobil ini menjadi sangat menarik untuk dicermati oleh konsumen yang mempertimbangkan kendaraan ramah lingkungan ini di masa depan.