- Máximo Quiles mendominasi balapan di Assen, memperlebar jarak poin dari rival.
- Veda Pratama menunjukkan perkembangan yang positif di musim debutnya.
- Persaingan di Moto3 2026 semakin menarik dengan berbagai kejutan dari pembalap non-Eropa.
JAKARTA, BLITAR - Hasil balapan Moto3 terbaru di Assen, Belanda, telah mengguncang peta persaingan musim 2026. Seri ke-10 di sirkuit legendaris Dutch TT ini menyuguhkan pertarungan yang mendebarkan dan penuh aksi, memperlihatkan ketatnya persaingan di kelas ringan balap motor. Máximo Quiles, pembalap muda berbakat asal Spanyol, mencatatkan performa mengesankan, memimpin jalannya balapan sejak awal hingga berhasil menyentuh garis finis sebagai pemenang. Kemenangan ini semakin menjauhkan Quiles dari rival-rival terdekatnya di klasemen, menjadikannya sebagai salah satu favorit utama untuk meraih gelar juara musim ini.
Bagi masyarakat Blitar dan pecinta otomotif di Tanah Air, hasil positif ini juga membawa harapan, terutama bagi Veda Pratama, pembalap muda Indonesia yang bernaung di Honda Team Asia. Meskipun menghadapi tantangan di grup tengah yang sangat kompetitif, Veda terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dia berhasil mempertahankan kecepatan dan adaptasi yang baik pada musim debut penuhnya, dengan harapan bisa memberikan kejutan di seri-seri mendatang.
Ketegangan di Sirkuit Assen mencapai puncaknya pada lap-lap terakhir, di mana Quiles, meskipun sempat terlempar ke grup kedua akibat slipstream, berhasil mengambil alih posisi puncak dengan manuver strategis. Di belakangnya, pertarungan untuk posisi podium kedua dan ketiga juga berlangsung sangat sengit antara Álvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo dan David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP.
Dengan selesainya seri di Belanda, klasemen sementara Moto3 menunjukkan Quiles dengan 211 poin unggul jauh dibandingkan Carpe di posisi kedua dengan 121 poin. Sementara itu, balapan musim ini tetap menyimpan banyak kejutan, termasuk kemenangan Guido Pini di GP Amerika Serikat dan podium dari Hakim Danish di GP Republik Ceko, menunjukkan bahwa persaingan masih sangat terbuka dan menarik untuk dinantikan.