- DKPP Kota Blitar mengalokasikan Rp32 juta untuk pelatihan e-Commerce bagi pelaku usaha olahan pangan.
- Pelatihan bertujuan agar pelaku usaha mampu bersaing di pasar digital melalui strategi pemasaran dan konten menarik.
- 30 pelaku usaha target peserta diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dari konvensional ke digital.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar telah mengambil inisiatif signifikan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 juta untuk menggelar pelatihan e-Commerce bagi 30 pelaku usaha olahan pangan lokal. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha dalam memasarkan produk mereka secara digital, sehingga mampu bersaing di pasar yang kian kompetitif.
Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik berjualan secara daring, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan dalam menciptakan konten digital yang menarik. Hal ini penting untuk menarik perhatian konsumen di era digital saat ini. Dukungan dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan operasional pelatihan yang meliputi pengadaan perangkat pendukung seperti tripod, ring light, serta bahan praktek lainnya.
Pelatihan bertajuk 'e-Commerce Marketing' ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha olahan pangan, memungkinkan mereka untuk melebarkan jangkauan pasar dari metode konvensional ke platform digital. Dengan demikian, DKPP memiliki target ambisius untuk membantu 30 pelaku usaha yang terlibat meningkatkan level usaha mereka dan memperluas akses ke konsumen lebih luas.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Blitar untuk mendorong hilirisasi produk lokal dan memberikan pelatihan relevan yang dibutuhkan oleh pelaku usaha. Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan daya saing produk olahan pangan Blitar di pasar digital.