- Program vaksinasi PMK di Kabupaten Blitar berlanjut hingga 2026 dengan penambahan pasokan vaksin dari provinsi.
- Stok tersedia mencapai 44 ribu dosis yang akan mendukung vaksinasi massal di berbagai sentra peternakan.
- Penyebaran PMK di Blitar berhasil dikendalikan berkat konsistensi vaksinasi dan kesadaran peternak.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengumumkan bahwa program vaksinasi untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak akan dilanjutkan hingga akhir tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah menerima informasi mengenai penambahan pasokan vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan tiba pada bulan Agustus mendatang. Dengan target vaksinasi yang jelas, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesehatan ternak serta menjaga produktivitas peternakan di Kabupaten Blitar.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan, drh Lusia Adityaningtyas, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi untuk memastikan ketersediaan vaksin dan kelancaran program imunisasi ternak. Dia menyatakan, "Stok vaksin kami sampai dengan pertengahan tahun ini masih dalam kondisi aman. Dengan penambahan yang rencananya akan datang pada Agustus, kami berharap dapat menjaga herd immunity di kalangan populasi ternak kami."
Disnakkan Kabupaten Blitar saat ini memegang stok 44 ribu dosis vaksin, yang direncanakan akan didistribusikan ke berbagai sentra peternakan. Lusia menekankan bahwa langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi kemunculan kasus baru PMK dan memastikan upaya pencegahan terus berlangsung. "Kami ingin semua peternak dapat mengakses vaksin, sehingga kesehatan ternak tetap terjaga dan penyebaran PMK dapat ditekan," ujarnya.
Seiring dengan berjalannya program vaksinasi, Kabupaten Blitar berhasil mengendalikan virus PMK secara signifikan. Lusia mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari konsistensi pelaksanaan vaksinasi dan meningkatnya kesadaran peternak dalam menjaga kesehatan hewan mereka. Meskipun saat ini kondisi terkendali, tambahan pasokan vaksin dari pemerintah provinsi tetap sangat diperlukan sebagai bentuk antisipasi jangka panjang untuk melindungi populasi ternak sapi dan kambing di kabupaten ini.