- Delapan SSB di Blitar meramaikan Piala Presiden untuk usia 10 dan 12 tahun.
- Turnamen ini menjadi ajang pembinaan dan pencarian bakat pesepak bola muda.
- Pelatih mengungkapkan persiapan intensif untuk menghadapi kompetisi.
Sebanyak delapan sekolah sepak bola (SSB) di Kota Blitar berpartisipasi dalam turnamen Piala Presiden untuk kelompok usia 10 dan 12 tahun yang diselenggarakan di Stadion Soepriyadi pada Rabu, 24 Juni. Acara ini merupakan inisiatif dari Asosiasi Kota PSSI Blitar yang bertujuan untuk memperkuat pembinaan talenta sepak bola muda dan memberikan wadah bagi atlet-atlet cilik untuk menunjukkan bakat mereka di arena yang kompetitif.
Panitia pelaksana, Susilo, menjelaskan bahwa masing-masing kategori diikuti oleh delapan tim, dengan harapan agar tim yang meraih gelar juara dapat mewakili Kota Blitar dalam kompetisi tingkat provinsi. Selain itu, turnamen ini juga menjadi sebuah ajang pencarian bibit pesepak bola potensial sejak usia dini, yang diharapkan dapat memperkuat fondasi sepak bola di daerah.
"Aturan pertandingan disesuaikan dengan kelompok usia peserta, di mana kategori 10 tahun menggunakan format lima lawan lima dengan durasi dua babak masing-masing 10 menit, sedangkan kategori 12 tahun menerapkan format tujuh lawan tujuh dengan durasi dua kali 15 menit," ungkap Susilo. Ia menekankan bahwa tujuan dari kompetisi ini bukan hanya mencetak prestasi jangka pendek, tetapi sebagai langkah dalam proses pembinaan yang berkelanjutan untuk pesepak bola muda di Kota Blitar.
Pertandingan ini direncanakan akan selesai dalam dua hari, dimulai dengan babak penyisihan pada Rabu dan dilanjutkan semifinal serta final pada Kamis. Sistem perlombaan mengadopsi format setengah kompetisi, dengan juara grup dan dua runner-up terbaik berhak melaju ke fase delapan besar. Pelatih SSB Bima Putera, Bayu Prisma Maranata, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan persiapan yang matang, dengan latihan rutin empat kali seminggu guna meningkatkan kesiapan mental dan fisik anak didiknya.
"Kami ingin menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat juang, yang merupakan modal penting untuk karier mereka di dunia sepak bola ke depan," tutup Susilo, menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam olahraga.