- BPBD Kabupaten Blitar meningkatkan alokasi distribusi air bersih menjadi 16.000 liter setiap tiga hari.
- Kerjasama dengan BBWS Brantas dan PMI dilakukan untuk memperkuat pasokan air bersih di daerah terdampak.
- Terdapat potensi permintaan air bersih dari desa lain, yang membuat BPBD perlu menyiapkan anggaran dan armada tambahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar tengah melakukan persiapan skema pembiayaan melalui belanja tidak terduga (BTT) guna mengantisipasi kebutuhan air bersih di tengah status tanggap darurat kekeringan. Permintaan pasokan air bersih dari sejumlah desa di wilayah Blitar Selatan yang terus meningkat mendorong BPBD untuk melakukan langkah proaktif ini. Puncak musim kemarau yang telah dirasakan oleh masyarakat Bumi Penataran, menyebabkan beberapa desa, seperti Desa Sukorejo dan Tugurejo di Kecamatan Wates, melayangkan permohonan bantuan air bersih karena sumber daya air yang semakin menipis.
Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Blitar meningkatkan jumlah air bersih yang didistribusikan, dari sebelumnya 12.000 liter menjadi 16.000 liter setiap tiga hari untuk dua desa terdampak. Sementara itu, alokasi untuk Desa Sumberagung masih mempertahankan angka 12.000 liter. Kepala Pelaksana BPBD Wahyudi menyampaikan bahwa peningkatan distribusi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan ini, serta menjamin ketersediaan air bersih yang sangat penting.
Selain itu, BPBD juga mencermati potensi permintaan air bersih yang mungkin berasal dari Desa Panggungduwet, Kecamatan Kademangan. Dengan adanya lonjakan permintaan, diperkirakan kebutuhan armada dan anggaran untuk distribusi air akan meningkat pula. Oleh karena itu, BPBD menjalin kerjasama dengan berbagai instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk memperkuat pasokan air di wilayah tersebut.
Dalam kerjasama ini, BBWS Brantas telah bersiaga selama sepekan untuk mendukung pasokan air, terutama di Kecamatan Wates, sedangkan PMI akan terlibat dalam proses distribusi air di Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo. Strategi distribusi yang dibangun BPBD berdasarkan jadwal dan pemetaan ditujukan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilaksanakan secara merata dan efektif, sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi dengan baik.