- BEN Carnival 2026 diadakan pada malam hari untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat.
- Sebanyak 40 peserta hadir membawa beragam seni dan budaya dari seluruh Indonesia.
- Wali Kota Blitar menegaskan pentingnya merayakan keberagaman budaya sebagai identitas bangsa.
Kota Blitar kembali menjadi tuan rumah event budaya yang dinanti-nanti, BEN Carnival 2026, yang kali ini hadir dengan konsep yang berbeda. Berlangsung pada malam hari, festival tahunan ini menampilkan 40 peserta yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Sabang hingga Merauke. Perubahan waktu pelaksanaan ini bertujuan untuk memberikan suasana baru dan menciptakan pengalaman yang lebih memukau bagi para penonton.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menjelaskan bahwa perubahan waktu dari siang ke malam hari diharapkan dapat menambah daya tarik acara ini. Suasana malam hari yang lebih gemerlap membuat warna warni busana, tarian, dan pertunjukan budaya dari setiap daerah terlihat lebih menawan. Dengan demikian, penonton dapat menikmati berbagai bentuk seni dan tradisi yang kaya dari Indonesia, menjadikan setiap penampilan sebagai sebuah karya seni yang hidup.
Rute parade tetap sama seperti edisi sebelumnya, dimulai dari depan Kantor Wali Kota Blitar, melintasi Jalan Merdeka, dan berakhir di depan Kantor DPRD Kota Blitar di Jalan Ahmad Yani. Masyarakat diperbolehkan untuk menyaksikan arak-arakan secara langsung, membuat suasana semakin meriah dan interaktif. Melalui kegiatan ini, BEN Carnival berfungsi sebagai jembatan yang memperkenalkan keanekaragaman budaya pada masyarakat Blitar, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan toleransi antarbudaya.
Syauqul menegaskan bahwa keragaman seni dan budaya yang ditampilkan merupakan cerminan dari Indonesia sebagai bangsa multi-etnis. Perbedaan dalam tradisi dan kesenian justru memperkaya identitas bangsa yang kita miliki dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Event ini bukan hanya sekadar parade, tetapi juga merupakan perayaan dari persatuan dan keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.