- Abonjhon meluncurkan karya terbaru bergenre genjrengan yang mengandung kritik sosial.
- Lagu ini berisi pesan tentang cinta kepada bangsa dan harapan akan perubahan positif.
- Warganet merespons positif dengan beragam komentar terkait keberanian lirik lagunya.
BLITAR – Erik Jarwo, musisi Blitar yang lebih dikenal dengan nama panggung Abonjhon, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menciptakan lagu yang sarat dengan kritik sosial. Karya terbarunya, yang mengusung genre genjrengan, memiliki pesan satir yang mencerminkan kondisi terkini di Indonesia, dan telah mencuri perhatian publik sejak potongan liriknya tersebar di media sosial.
Lirik pembuka lagu, "Bim salabim kabeh jago sulap", menjadi sorotan utama karena dianggap mengandung kritik tajam terhadap fenomena sosial yang sedang hangat diperbincangkan. Dalam akun media sosialnya, Abonjhon menegaskan bahwa lagu ini merupakan ungkapan cinta dan kepeduliannya terhadap bangsa, bukan berasal dari kebencian. Dia berharap, karya ini bisa menjadi ruang untuk refleksi bagi masyarakat luas.
"Lapor Yang Mulia, saya cinta negeri ini. Izin rilis lagu ini karena saya sangat sayang dengan bangsa ini. Mohon Yang Terhormat di sana kalau boleh jangan banyak atraksi," tulis Abonjhon, mengindikasikan keinginannya untuk mendorong perubahan positif. Respons dari warganet pun beragam, banyak yang mengapresiasi keberanian liriknya yang tetap dikemas dengan gaya yang sederhana khas musik akustik genjrengan.
Meskipun hingga saat ini Abonjhon belum memberikan tanggal pasti untuk peluncuran lagu tersebut, dia meminta masyarakat untuk bersabar. Saat ini, ia juga tengah mempersiapkan tur ke Jawa Barat meskipun tetap melanjutkan proses penyelesaian lagu barunya. Dengan jadwal manggung yang padat, dedikasinya terhadap musik dan pesan yang ingin disampaikan tetap menjadi prioritas.