Tiga laga Super League 2025-26 ditunda akibat situasi politik dan keamanan di Indonesia. Penundaan ini diselenggarakan oleh I.League, selaku operator kompetisi, yang berfokus pada keselamatan peserta, penonton, dan pihak terkait lainnya. Pertandingan yang terdampak adalah duel big match antara PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya, Persib Bandung yang akan menghadapi Borneo FC Samarinda, serta laga antara Persita Tangerang dan Semen Padang. Penjadwalan ulang belum ditetapkan secara resmi.
Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, menyatakan pihaknya sepenuhnya mendukung keputusan yang diambil oleh PT Liga. “Kami sudah menerima surat resmi dari CEO PT Liga yang menegaskan penundaan ini. Keputusan tersebut sangat penting demi menjaga keamanan semua pihak,” ujarnya saat diwawancarai.
Andre juga menyampaikan harapan agar jadwal pertandingan kandang Semen Padang dapat digeser ke malam hari. Ia mengeluhkan bahwa banyak laga yang dijadwalkan pada sore hari seringkali sepi penonton. “Jika digelar malam, kami yakin suporter akan lebih banyak datang setelah jam kerja,” tambahnya.
Pada tanggal 25 Agustus, Semen Padang telah mengirimkan surat resmi kepada PT Liga. Dalam surat tersebut, mereka meminta agar 14 laga kandang yang dijadwalkan pada hari kerja dipindahkan dari pukul 15.30 WIB ke 19.30 WIB. Ia menekankan, “Kami tidak meminta perubahan tanggal pertandingan, hanya 3,5 jam penyesuaian waktu.”
Andre juga menanggapi isu terkait rating siaran yang dianggap rendah oleh broadcaster. “Jika siaran langsung dianggap tidak menarik, alternatifnya bisa dengan live streaming saja. Yang terpenting adalah suporter bisa tetap menyaksikan laga tim kesayangan mereka,” tuturnya.
Keputusan penundaan ini merupakan langkah preventif yang diambil I.League menyusul adanya potensi risiko yang mungkin timbul akibat situasi politik di Indonesia saat ini. Para penyelenggara kompetisi berkomitmen untuk memastikan bahwa pertandingan dapat dilaksanakan dalam situasi yang aman dan kondusif.
Seiring penundaan tersebut, para tim akan memanfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan diri lebih matang, termasuk peningkatan kualitas permainan dan strategi. Para penggemar diharapkan tetap bersabar dan mendukung tim kesayangannya meskipun pertandingan ditunda.
I.League diharapkan segera mengumumkan jadwal baru untuk laga-laga yang terpaksa ditunda, guna memberikan kepastian bagi tim dan suporter. Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat menantikan kembali gairah kompetisi yang menjadi salah satu tontonan favorit di Indonesia.
Kondisi yang dinamis ini menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan keadaan sosial dan politik yang ada. Keselamatan semua pihak adalah prioritas utama yang harus diutamakan, sehingga keputusan ini sangat wajar untuk diambil demi keutuhan dan keamanan olahraga.