Menteri Luar Negeri Indonesia Hadiri KTT SCO di Tianjin, China
Jakarta, CNN Indonesia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang berlangsung di Tianjin, China, pada 31 Agustus hingga 1 September 2025. Momen ini menjadi penting mengingat keputusan mendadak Presiden Prabowo untuk menunda kehadirannya demi memantau situasi dalam negeri.
Menlu Sugiono disambut dengan hangat oleh Presiden China Xi Jinping dan Madam Peng Liyuan dalam jamuan makan malam sebelum acara resmi dibuka. Jamuan berlangsung di Tianjin Meijiang International Convention and Exhibition Center dan diikuti dengan sesi foto bersama para pemimpin yang hadir.
Sebagaimana dilaporkan oleh Antara, Sugiono mendapatkan kesempatan untuk berjabat tangan dan berfoto dengan seluruh pemimpin negara serta organisasi internasional yang ikut serta. Kehadiran Menlu Sugiono di KTT SCO merupakan respon terhadap perkembangan hubungan internasional dan upaya menjaga diplomasi yang baik, terutama dengan negara-negara besar di dunia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo direncanakan hadir di forum tersebut. Namun, pada malam sebelum keberangkatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden memutuskan untuk menunda kunjungannya. Langkah tersebut dikatakan diambil demi memantau secara langsung perkembangan kondisi di Tanah Air. Prasetyo menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk kehati-hatian dan komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah China.
KTT SCO ini dihadiri oleh 22 pemimpin negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Selain KTT, Presiden Prabowo juga direncanakan menghadiri parade militer untuk memperingati 80 tahun kemenangan China dalam Perang Rakyat Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis pada 3 September 2025. Namun, jadwal tersebut juga berpotensi dibatalkan.
SCO merupakan organisasi kerjasama regional yang berdiri pada tahun 2001, dengan anggota awal terdiri dari China, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Selama beberapa tahun, anggota SCO meningkat dengan masuknya India dan Pakistan pada tahun 2017, diikuti Iran pada tahun 2023, dan Belarus pada tahun 2024. Saat ini, organisasi ini memiliki total 10 anggota tetap, dua negara pemantau, yaitu Mongolia dan Afghanistan, serta 14 mitra dialog yang termasuk negara seperti Sri Lanka, Turki, dan Arab Saudi.
Dalam KTT SCO 2025, selain para anggota tetap, juga diundang pemimpin dari negara-negara yang bukan anggota seperti Indonesia, Laos, Malaysia, dan Vietnam. Pertemuan “SCO Plus” yang dipimpin oleh Presiden Xi diharapkan dapat memperkuat kerjasama antarnegara dalam menghadapi tantangan global.
Melalui kehadiran Menlu Sugiono, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk aktif berpartisipasi dalam forum internasional yang dapat meningkatkan hubungan diplomatik serta kerjasama regional. KTT SCO diharapkan dapat menjadi platform untuk menjalin kolaborasi yang lebih erat dalam berbagai bidang, termasuk keamanan, ekonomi, dan budaya di kawasan Eurasia.