Nasional

Ratusan Demonstran di Jatinegara Rusak Fasilitas Umum Saat Unjuk Rasa

Avatar photo
1
×

Ratusan Demonstran di Jatinegara Rusak Fasilitas Umum Saat Unjuk Rasa

Sebarkan artikel ini

Ratusan Demonstran Rusak Fasilitas Umum di Jalan Otista, Jakarta Timur

Jakarta—Aksi demonstrasi yang berlangsung di Jalan Otto Iskandardinata, Jatinegara, Jakarta Timur, berujung pada perusakan fasilitas umum. Ratusan demonstran, yang sebagian besar terdiri dari anak muda, melampiaskan kemarahan mereka dengan mencopot sejumlah plang rambu lalu lintas, setelah demonstrasi berlangsung selama hampir empat jam di persimpangan Jalan Otista dan Jalan Otista III.

Perusakan dimulai ketika para demonstran merusak enam lampu lalu lintas yang sudah terbakar sejak Jumat pagi. Namun, setelah itu, mereka tampaknya belum puas dan melanjutkan aksi perusakan dengan menggunakan kayu dan galah. Kejadian ini semakin tak terkendali akibat minimnya pengawalan dari aparat keamanan. Meski sebelumnya ada kehadiran personel TNI untuk mengawasi situasi, mereka sudah tidak terlihat selama lebih dari dua jam.

Sebagai dampaknya, sejumlah plang lalu lintas pun menjadi sasaran aksi. Seorang saksi mata melaporkan bahwa setidaknya tiga plang telah dicopot oleh oknum demonstran. Selain itu, beberapa kamera CCTV juga dirusak dengan galah yang dibawa para demonstran.

Seorang warga setempat, Suriani, mengungkapkan penyesalannya terhadap aksi tersebut. “Seharusnya janganlah merusak fasilitas umum, kalau mau demonstrasi ya silakan saja,” ujarnya saat menyaksikan unjuk rasa dari jarak sekitar 100 meter sembari menggendong anaknya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Hamdi, seorang pekerja kontrak di kawasan tersebut. Dia mengekspresikan kekecewaannya bahwa tindakan segelintir orang tersebut merusak nilai-nilai perjuangan yang sebenarnya. “Sangat disayangkan nilai perjuangannya dirusak oleh oknum yang hanya mau merusak, bukan menuntut keadilan,” katanya.

Akibat demonstrasi ini, arus lalu lintas dari arah Kampung Melayu menuju persimpangan Jalan Otista-Jalan Otista III terpaksa ditutup. Kendaraan roda empat tidak bisa melintasi area tersebut, sementara sepeda motor hanya dapat lewat dengan merayap.

Demonstrasi berlangsung dari sore pukul 17.30 WIB hingga sekitar pukul 21.05 WIB. Selama periode tersebut, para demonstran terlihat membakar ban, menggunakan petasan, dan menembakkan kembang api, menambah semarak namun juga menimbulkan bahaya di lokasi.

Kejadian ini menimbulkan perhatian masyarakat, terutama bagi para pengguna jalan yang terkena dampak dari aksi brutal tersebut. Dengan situasi yang semakin tegang, harapan masyarakat akan kehadiran aparat keamanan lebih efektif di kemudian hari semakin menguat, agar insiden serupa tidak terulang dan tetap terjaganya ketertiban umum.